Wednesday, May 22, 2024
HomePolitikaNasionalLangkah Wiranto Dinilai Strategis Dalam Upaya Ciptakan Kondusivitas Dalam Negeri

Langkah Wiranto Dinilai Strategis Dalam Upaya Ciptakan Kondusivitas Dalam Negeri

IMG-20170209-WA0034
Menko Polhukam Jenderal (Purn.) TNI Wiranto (dua dari kiri) mengadakan jumpa pers seusai menerima Imam Besar umat Islam sekaligus tokoh penting FPI Habib Rizieq Sihab (pertama dari kiri) dan Panglima GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir (berbaju batik, tiga dari kiri) di rumah dinas Menko Polhukam, Kamis (9/2/2017). Foto: istimewa

JAKARTA – Pengamat sosial politik senior Rahman Sabon Nama memuji langkah strategis Menko Polhukam Jenderal (purn.) TNI Wiranto yang berkenan menerima para ulama yang dipimpin Habib Riziq Shihab kemarin, Kamis (9/2/2017). Menurutnya, langkah tersebut pasti atas persetujuan atau setidaknya sepengetahuan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Langkah tersebut sudah sangat tepat untuk memperkokoh kesatuan dan persatuan dalam wadah NKRI. Saya yakin Presiden telah mengetahui ada elit tertentu yang memiliki power politik dan kekuasaan ingin melakukan provokasi dengan menggerakkan rekayasa cipta kondisi dengan dana tanpa batas untuk menggiring negeri ini ke ujung titik perang saudara,” ujar Rahman Sabon Nama kepada redaksi cakrawarta.com, Jumat (10/2/2017) siang.

Rahman Sabon menambahkan pasca pertemuan tersebut, Menko Polhukam harus mampu mengendalikan kementerian dan lembaga di bawah kordinasinya seperti BIN, BAIS, Panglima TNI dan Kapolri agar masing-masing kementerian dan Menko harus mengetahui tugas dan tanggung jawabnya. Dirinya juga meminta agar jangan ada penciptaan situasi gaduh dengan mencampuri kewenangan menteri lain yang bukan bidangnya karena ini seharusnya tidak perlu terjadi lagi.

“Tugas Pemerintah berkewajiban melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, harus bisa menciptakan suasana harmonis dengan penguatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dan Pemerintah harus menjamin penegakan hukum yang berkeadilan tanpa pandang bulu,” imbuhnya.

Pria kelahiran NTT tersebut memiliki keyakinan bahwa Presiden Jokowi menyadari betapa pentingnya peran ulama dan umat Islam, sehingga ia yakin melalui pertemuan ini dapat membangun partisipasi dan kesadaran masyarakat melalui ulama, kiai dan habib dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Bahwa ulama dan Islam tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan bangsa, dengan tidak mengecilkan peran saudara kita yang lain non-muslim untuk saling menghargai dan melengkapi,” katanya.

Rahman Sabon menyatakan bahwa silaturahmi antara ulama dan umaro itu penting untuk menyamakan pandangan agar tidak ada rasa saling curiga sesama anak bangsa. Selain itu, ia yakin langkah tersebut dapat berfungsi untuk menyadarkan umat agar tidak terpancing dari aktor tertentu yang sengaja menciptakan situasi gaduh seolah saat ini ada persoalan NKRI, SARA dan kebhinekaan.

“Karenanya saya selalu mengingatkan Presiden untuk tidak terpancing sehingga bisa digiring ke penciptaan kondisi yang gaduh. Karena kita punya semboyan gotong royong dan semangat persaudaraan,” pungkasnya yang juga merupakan tokoh inisiator pertemuan Menko Polhukam dengan para ulama tersebut.

(bm/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular