LAJ Apresiasi Hasil Survey Kepuasan Masyarakat Terhadap Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan DKI Jakarta

0
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta
Aksi Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan Pemprov DKI Jakarta merilis hasil survey terhadap kepuasan masyarakat pada Jumat (25/6/2021) lalu. Dalam hasil survey sudin Penanggulangan Dan Penyelamatan Jakarta Timur mendapat hasil tertinggi tingkat kepuasan masyarakat dari 5 sudin di DKI yaitu 90,30% dari 529 responden, disusul sudin Jakarta Selatan 86,87% dari 874 respoden, Sudin Jakarta Barat 85,71%  dari 406 responden, Sudin Jakarta Utara 85,48% dari 490 responden, dan Sudin Jakarta Pusat 83,53%  dari 472 responden.

Dari total 2.771 responden, paling banyak keluhan pada fasilitas yang dimiliki Dinas Penanggulangan Dan Penyelamatan Pemprov DKI Jakarta. Masyarakat menilai bahwa fasilitas yang dimiliki tidak memadai, perlu diperbaharui, ketersediaan APAR, pengadaan dan isi ulang hidran, fasilitas keamanan di masyarakat yang masih kurang safety, peralatan rescue yang tidak sesuai, volume air sedikit, peralatan sering tidak berfungsi, kebersihan, tidak adanya pos damkar tingkat kelurahan, tidak punya perahu kecil masuk gang saat evakuas ibanjir, dan tidak adanya tangki air.

Dalam hal kecepatan masyarakat menilai petugas sering telat, dan lama untuk datang ke lokasi, kurangnya antisipasi kondisi akses jalan macet. Sementara dalam hal respon call center, masyarakat menilai bahwa telpon call center sulit dihubungi, dan kurang cepat dalam menanggapi pengaduan, masyarakat juga meminta agar call center dipermudah dengan nomor telepon gratis.

Menanggapi hasil survey tersebut, Ervan Purwanto, inisiator Lingkar Aktivis Jakarta (LAJ) mengatakan, Dinas Penanggulangan Dan Penyelamatan Pemprov DKI Jakarta menjadi bagian penting dalam pelayanan terhadap masyarakat, bukan hanya dalam penanganan kejadian musibah kebakaran saja namun juga peristiwa kemanusiaan lainnya.

“Terutama di masa pandemi Covid-19 ini, kehadiran Dinas Penanggulangan Dan Penyelamatan Pemprov DKI Jakarta sangatlah sentral, terutama dalam hal preventif dengan terus melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi-lokasi yang warganya banyak terpapar,” ujar Ervan dalam siaran persnya hari ini (30/6/2021) di Jakarta.

Ervan menambahkan, dalam hal penanganan musibah kebakaran memang tidak bisa hanya mengandalkan personil dinas pemadam kebakaran yang cukup terbatas begitu pula dengan armada atau peralatan dan perlengkapan penunjang lainnya.

“Harus ada kebijakan kebijakan atau program yang tepat, terutama dilokasi lokasi padat penduduk dan jauh dari sumber air,” imbuh Ervan.

Ervan mengusulkan agar pemprov DKI dapat menambah pembuatan sumur sumur sumber air atau hydrant di sekitaran wilayah yang padat pemukiman, hal ini bisa saja disinergikan dengan program sumur resapan yang sudah diprogramkan oleh pemrov DKI Jakarta.

“Sumur sumur air atau hydrant untuk sangat penting sebagai penanganan awal oleh warga. Di beberapa kejadian kita sama sama ketahui sulitnya armada pemadam kebakaran melintasi dikarenakan lokasi kebakaran yang sempit dan tidak bisa dilewati atau macetnya lalu lintas sehingga menghambat perjalanan armada dinas pemadam kebakaran,” papar Ervan.

Ervan juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan Pemprov DKI Jakarta atas hasil survey yang menunjukan tingginya kepuasan masyarakat terhadap kinerja pelayanan dinas terkait.

“LAJ sangat mengapresiasi kerja kerja yang dilakukan oleh personil dinas pemadam kebakaran. Kami berharap dari hasil survey ini Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan dapat terus memperbaikin kekurangan yang dikeluhkan masyarakat DKI,” pungkasnya.

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.