Kim Soo Hyun Sudah ‘Bersih’, Tapi Disney+ Masih Membekukan Drama Rp700 Miliar, Ada Apa?

Aktor ternama Korea Selatan, Kim Soo Hyun. (foto: Gold Medalist)

SEOUL, CAKRAWARTA.com – Ketika badai kontroversi yang berbulan-bulan menghantam nama Kim Soo Hyun mulai mereda, publik justru dibuat penasaran oleh keputusan terbaru Disney+.

Alih-alih mengumumkan jadwal tayang, platform streaming global itu kembali menegaskan bahwa belum ada perkembangan terkait perilisan drama “Knock Off”, proyek ambisius senilai 60 miliar won atau sekitar Rp700 miliar yang dibintangi Kim Soo Hyun bersama Jo Bo Ah.

Pertanyaan pun bermunculan. Jika berbagai tuduhan yang sempat mengguncang sang aktor mulai terbantahkan, mengapa Disney+ masih memilih menahan drama tersebut?

Drama “Knock Off” sejatinya dipersiapkan menjadi salah satu serial Korea terbesar yang pernah diproduksi untuk Disney+ di kawasan Asia. Dengan anggaran jumbo, jajaran pemain papan atas, serta ekspektasi pasar yang tinggi, serial ini diproyeksikan menjadi salah satu senjata utama Disney+ untuk bersaing di tengah ketatnya industri streaming global.

Namun semuanya berubah ketika Kim Soo Hyun terseret dalam pusaran kontroversi yang menyita perhatian publik Korea Selatan.

Saat itu, Disney+ memutuskan menunda perilisan serial tersebut. Keputusan tersebut dianggap sebagai langkah pengamanan reputasi di tengah derasnya sorotan publik terhadap sang aktor.

Kini, situasinya tidak lagi sama.

Perkembangan terbaru muncul setelah Kim Se Ui, CEO dari Garo Sero Research Institute, dilaporkan ditangkap atas dugaan penyebaran informasi fitnah terhadap Kim Soo Hyun. Peristiwa itu menjadi titik balik penting dalam kasus yang selama ini membayangi aktor berusia 38 tahun tersebut.

Agensi Kim Soo Hyun, Gold Medalist, bahkan secara terbuka menyampaikan kelegaan karena berbagai tuduhan yang beredar dinilai tidak terbukti sebagaimana yang selama ini dituduhkan.

Secara hukum, posisi Kim Soo Hyun kini jauh lebih kuat dibanding beberapa waktu lalu.

Namun secara bisnis, Disney+ tampaknya masih belum siap mengambil risiko.

Alih-alih mengaktifkan kembali promosi atau mengumumkan jadwal tayang baru, platform tersebut memilih mempertahankan status “Knock Off” dalam kondisi menggantung tanpa kepastian.

Keputusan itu memunculkan spekulasi di kalangan pengamat industri hiburan Korea. Banyak yang menilai Disney+ kini tidak lagi berhadapan dengan persoalan hukum, melainkan persoalan persepsi publik.

Di era media sosial, sebuah kontroversi sering kali meninggalkan jejak lebih panjang dibanding proses hukumnya sendiri. Meskipun sebuah tuduhan dapat dipatahkan di pengadilan atau melalui proses hukum, sentimen publik tidak selalu berubah secepat itu.

Inilah yang diduga menjadi dilema Disney+.

Di satu sisi, perusahaan telah menginvestasikan dana yang sangat besar untuk memproduksi “Knock Off”. Di sisi lain, mereka harus memastikan bahwa perilisan serial tersebut tidak memicu gelombang reaksi negatif yang berpotensi merugikan citra platform secara global.

Situasi tersebut membuat “Knock Off” berada dalam posisi yang unik sekaligus ironis.

Serial yang digadang-gadang menjadi salah satu proyek terbesar Disney+ Korea itu kini lebih sering menjadi bahan perbincangan karena ketidakjelasan nasibnya dibanding isi cerita yang akan ditampilkan kepada penonton.

Bagi para penggemar Kim Soo Hyun, kondisi ini menimbulkan satu kesimpulan sederhana bahwa kemenangan di ranah hukum ternyata belum cukup untuk mengembalikan sebuah proyek ke jalur normal.

Sementara bagi industri hiburan global, kasus “Knock Off” menjadi contoh nyata bagaimana reputasi, opini publik, dan strategi bisnis kini saling berkaitan erat dalam menentukan nasib sebuah karya.

Hingga saat ini Disney+ belum memberikan sinyal kapan “Knock Off” akan tayang. Yang pasti, meski nama Kim Soo Hyun mulai mendapatkan angin segar, drama Rp700 miliar tersebut masih tetap berada di ruang tunggu, dan misteri di balik keputusan Disney+ justru semakin membuat publik penasaran. Entahlah.(*)

Kontributor: Rika

Editor: Rafel