Sunday, April 14, 2024
HomeSosial BudayaKi Enthus: Sejak Awal Ramadhan Suci, Jangan Kotori Dengan Kekerasan

Ki Enthus: Sejak Awal Ramadhan Suci, Jangan Kotori Dengan Kekerasan

1_wayang-kulit24

JAKARTA – Untuk menyambut bulan Ramadhan ada cara unik yang dilakukan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Sabtu (27/6) mengadakan pementasan wayang di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Pagelaran wayang bertemakan “Sentyaki, Sentyaki, Sentyaki atau Kerja, Kerja, Kerja” dengan menampilkan kolaborasi tiga dalang kondang yakni Ki Manteb Soedharsono, Ki Enthus Susmono dan Ki Purbo Asmoro.

Pementasan dibuka dengan penampilan Ki Enthus. Ia membuka pementasan dengan lakon pria membawa celurit dan bendera merah putih serta pria buncit dengan botol miras.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, kabeh warung tutup, iki bulan Poso (Tuhan Maha Besar, semua warung tutup, ini bulan puasa),” ujar Ki Enthus saat menggerakkan wayang bercelurit di tangan kanannya.

Ki Enthus seolah menyindir ormas yang kerap lakukan sweeping jelang bulan puasa. Lantas di tangan kirinya, ia mengimbangi dengan kearifan oleh wayang pemegang botol yang mengatakan bahwa jika mau menutup warung, maka harus mau mengganti rejeki pemillik warung. Dalang fenomenal ini mencoba menghadirkan fenomena saat bulan puasa yang tak jarang terjadi kekerasan dengan dalih menjaga kehormatan bulan suci. Ia lantas menjalankan peran wayang yang memegang botol dengan menasehati pemegang celurit.

Menurut dalang yang juga Bupati Tegal, dari awal bulan puasa sudah suci dan terhormat, jadi tak perlu dikotori dengan kekerasan. Wayang yang ‘memerankan’ pelaku kekerasan akhirnya heran dengan begitu banyaknya untaian mutiara hikmah yang muncul dari si peminum. Si peminum pun menjelaskan bahwa dia hanya berlagak sebagai pemabuk saja, dengan tujuan ingin mengajak semua pihak berpikir yang substantif.

Dia mencontohkan bahwa walaupun bungkusnya pertunjukan wayang, tapi bila yang disampaikan nilai-nilai humanisme dan kebajikan, itu juga dakwah. Tapi bila bungkusnya pengajian tapi justru menyebarkan kebencian yang menyulut perpecahan antar warga bangsa, maka hal itu sangat disayangkan. (msa/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular