
MADIUN, CAKRAWARTA.com – Tak ada suasana formal selepas salat Jumat di Markas Korem 081/Dhirot Saha Jaya (DSJ), Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026). Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto memilih duduk bersama prajurit dan warga untuk menikmati makan siang dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan.
Makan bersama berlangsung di Aula Jenderal Sudirman, Makorem 081/DSJ, setelah pelaksanaan salat Jumat berjamaah. Sejumlah warga sekitar yang turut melaksanakan salat Jumat di Masjid Makorem juga diajak bergabung.
Bagi Untoro, momen sederhana tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kedekatan antara prajurit dan masyarakat. Interaksi informal, menurut dia, dapat menciptakan komunikasi yang lebih cair tanpa sekat kedinasan.
“Kebetulan tadi juga ada jamaah dari warga sekitar sini. Kita ajak makan sekalian,” kata Untoro di sela kegiatan.
Menurut Untoro, makan bersama juga menjadi bentuk rasa syukur atas rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan yang kita laksanakan dapat berjalan dengan baik. Ini merupakan bentuk rasa syukur kami,” ujarnya.
Suasana semakin hangat ketika Danrem bergabung bersama anggota dan warga menikmati hidangan yang disediakan. Ia menilai kebersamaan dalam kegiatan sederhana seperti makan bersama justru dapat memperkuat hubungan antarpersonel sekaligus hubungan TNI dengan masyarakat.
“Kalau bareng-bareng begini kan terasa lebih nikmat,” katanya sembari bergurau.
Bagi Untoro, kedekatan dengan masyarakat tidak selalu harus dibangun melalui kegiatan besar. Ruang-ruang sederhana, seperti duduk bersama setelah salat Jumat dan makan dalam satu meja, dapat menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan rasa kebersamaan.
Ia berharap suasana kekeluargaan tersebut dapat terus terpelihara di lingkungan Korem 081/DSJ. Menurut dia, hubungan yang baik antara prajurit dan masyarakat merupakan bagian penting dari semangat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Makan bersama itu pun menjadi gambaran sederhana bahwa kedekatan prajurit dengan masyarakat dapat dibangun melalui hal-hal sehari-hari: bertemu, berbincang, dan duduk bersama tanpa sekat.(*)
Kontributor: Arwang
Editor: Abdel Rafi








