Sunday, March 3, 2024
HomeGagasanJokowi dan Ring Tinju Yang Dipersiapkannya (1)

Jokowi dan Ring Tinju Yang Dipersiapkannya (1)

 

Beberapa waktu lalu tepatnya pada tanggal 3 Maret 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat sebuah vlog atau video blogging yang di-release ke publik. Video yang bertajuk #JKWVLOG TINJU tersebut sempat menjadi viral dan banyak diperbincangkan oleh warga net. Pasalnya, apa yang dipertunjukkan Jokowi dengan sarung tinjunya bersama sang pelatih merupakan sebuah hal tidak biasa yang dilakukan oleh seorang kepala negara. Jokowi juga sebelumnya memang cukup rajin untuk membuat vlog, mengikuti trend generasi milenial.

Namun dari semua itu, ada hal menarik untuk diulas, yakni menangkap apa pesan yang coba disampaikan Jokowi melalui vlog bertinjunya. Jokowi memang dikenal sebagai pemimpin yang memiliki gaya komunikasi menyiratkan pesan atau memberikan tafsir multidimensi terhadap apa yang dibicarakan atau gestur yang ditunjukkan, khas kepemimpinan orang-orang jawa. Tinju, sebagaimana kita pahami merupakan olahraga fisik yang memerlukan ketangkasan dan selalu dihadapkan pada pertandingan satu lawan satu. Tinju juga merupakan salah satu olahraga yang menunjukkan maskulinitas seorang pria, walaupun ada juga tinju untuk perempuan, namun citra maskulin, berani, kuat dan hebat ada dalam olahraga tinju yang dominan dilakukan pria.

Jika kita mengkaji beberapa momen belakangan ini, perbincangan publik sedang diramaikan mengenai pencarian figur alternatif untuk Pemilu Presiden (Pilpres) yang akan dihelat 2019 mendatang. Jokowi sebagai incumbent memiliki keuntungan posisi dibanding figur lainnya yang sedang diuji coba ketangguhannya, dalam hal tingkat keterpilihan di masyarakat. Atas hal tersebut juga, sebagian figur mulai memberikan sinyalemen jika lebih baik menjadi pendamping Jokowi sebagai Wakil Presiden (Wapres), dibanding harus melakukan perlawanan terhadap Jokowi.

Jika menilik lebih jauh kesiapan para kompetitor yang bermunculan di hadapan publik, sebetulnya tidak ada yang betul-betul siap secara popularitas dan elektabilitas untuk menghadapi Jokowi di Pilpres 2019. Ini merupakan PR tersendiri bagi partai-partai yang hendak memupuk figur untuk mengikuti kontestasi Pilpres 2019. Tetapi bukan berarti posisi Jokowi aman dengan elektabilitas selangit yang mustahil dijangkau oleh para kompetitor. Justru yang terjadi adalah sebaliknya, dan skenario apapun bisa terjadi, karena itu berlatih tinju menjadi jawaban Jokowi untuk menyikapi hasil beberapa lembaga survei terhadap elektabilitas dirinya.

Jokowi Menjawab Hasil Survei

Sebelum Jokowi me-release video vlog dirinya sedang berlatih tinju pada tanggal 3 Maret 2018, banyak lembaga survei yang merelease hasil survei berkaitan dengan Pilpres 2019. Diantaranya ada LSI Denny JA yang melakukan rilis survei pada tanggal 2 Februari 2018, Poltracking Indonesia yang merilis survei pada 18 Februari 2018, lembaga survei Median pada 9 Februari 2018 dan beberapa lembaga survei lainnya. Dari rata-rata hasil survei yang dirilis pada rentang waktu Februari hingga Maret 2018 tersebut, nama Jokowi masih ditempatkan sebagai pemilik popularitas dan elektabilitas tertinggi dibanding dengan nama-nama kompetitor seperti Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan dan lainnya.

Walaupun nama Jokowi masih ditempatkan pada posisi teratas berdasar hasil survei, namun lembaga-lembaga survei tersebut kompak menyebutkan jika ada penurunan secara berkala terhadap elektabilitas Jokowi, bahkan elektabilitasnya bisa dikatakan tidak aman hingga 2019 menjelang, karena berada di bawah 50%. Untuk hasil survei LSI Denny JA, elektabilitas Jokowi berada di angka 48% sementara Lembaga Median menyebut angka yang lebih rendah lagi, yakni 35% per Bulan Februari 2018. Ini merupakan warning atau peringatan bagi Jokowi untuk menghadapi Pilpres 2019.

Berbeda dengan Jokowi, hasil survei kompetitor mengalami kenaikan walaupun tidak signifikan. Nama Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo mengisi nama-nama yang memiliki trend kenaikan positif terhadap hasil survei. Jika melihat nama-nama yang tertera, belum ada kejutan berarti sebetulnya, karena memang sudah sejak Pilkada DKI Jakarta yang menjadi sorotan secara nasional berakhir, nama-nama tersebut hilir mudik mencari panggung pemberitaan. Masyarakat juga menyukai figur-figur tersebut sebagai alternatif pilihan pada Pilpres nanti, pertimbangannya tentu beragam, namun alasan ketegasan dianggap sebagai faktor besar yang membedakan figur alternatif dengan Jokowi.

Diganjar hasil survei yang tampaknya diluar harapan, sedikit banyak memberikan gambaran betapa kinerja pemerintahan harus terus ditingkatkan. Terutama pada sektor-sektor strategis seperti sektor perekonomian yang muaranya adalah peningkatan kesejahteraan rakyat. Menanggapi hasil berbagai lembaga survei, Jokowi menjawab dengan melakukan latihan tinju melalui vlognya, ada pesan yang hendak disampaikan bahwa dirinya siap untuk bertarung di Pilpres 2019 bagaimanapun cerita perjalanannya, Jokowi hendak masuk ke dalam ring yang telah dipersiapkannya secara matang.

(bersambung)

REZHA NATA SUHANDI

Analis pada Sang Gerilya Institute

RELATED ARTICLES

Most Popular