Thursday, February 22, 2024
HomeInternasionalIstana: Biaya Perjalanan Keluarga Pakai Uang Pribadi Presiden

Istana: Biaya Perjalanan Keluarga Pakai Uang Pribadi Presiden

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat tiba di hotel tempat menginap di Hamburg, Jerman, pada Jumat (7/7/2017). (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat tiba di hotel tempat menginap di Hamburg, Jerman, pada Jumat (7/7/2017). (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)

JAKARTA – Kontroversi mengenai keikutsertaan keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rombongan lawatan Presiden ke berbagai negara dan pertemuan KTT G20 di Hamburg Jerman coba diklarifikasi pihak istana. Melalui Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin dijelaskan bahwa biaya perjalanan keluarga berasal dari dana pribadi Presiden Jokowi.

Dijelaskan Bey, sebelum melakukan perjalanan ke Turki dan Jerman, Presiden Jokowi telah memberikan arahan kepada Plt Kepala Sekretariat Presiden Winata Supriatna pada Senin (3/7/2017) di Istana Merdeka.

Dalam arahan tersebut, Bey mengatakan bahwa Presiden menegaskan seluruh biaya perjalanan dan akomodasi anggota keluarga Presiden yang turut serta dalam perjalanan ke Turki dan Jerman sejak 5 sampai 9 Juli 2017 menjadi tanggungan pribadi Presiden.

Bey menambahkan, dalam kunjungan kerja Presiden Jokowi dan Ibu Negara ke Turki dan Jerman, Presiden mengajak lima orang anggota keluarganya, yakni dua orang putra dan satu orang putri Presiden, satu orang menantu dan satu cucu.

“Anggota keluarga Presiden Jokowi selama penerbangan berada di bagian kompartemen yang selama ini hanya diperuntukkan Presiden dan Ibu Negara, sehingga keberadaannya tidak mengurangi kapasitas penumpang rombongan resmi Presiden,” ujar Bey Machmudin dalam keterangan pers yang dikirimkan ke para jurnalis, Minggu (9/7/2017).

Sementara itu, menurut Bey Machmudin, Pratikno selaku Menteri Sekretaris Negara menyampaikan kepada Biro Pers bahwa sejak awal pemerintahan, Presiden Jokowi telah memerintahkan agar dilakukan efisiensi dalam penggunaan anggaran negara termasuk perjalanan dinas Presiden.

“Perintah Presiden sangat jelas dan tegas untuk efektivitas dan efisiensi. Tidak perlu sewa pesawat walaupun perjalanan sampai ke Amerika Serikat, tim advance yang diperkecil, dan jumlah delegasi yang dibatasi dengan kapasitas pesawat,” ucap Pratikno sebagaimana dikutip Biro Pers Sekretariat Presiden dalam keterangan tertulisnya.

Sebenarnya, lanjut Pratikno, untuk perjalanan jauh seperti ke Amerika Serikat, negara mampu membayar biaya sewa pesawat berbadan besar dari maskapai penerbangan Garuda, namun mengingat biaya yang sangat mahal, Presiden lebih memilih menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, walaupun harus menambah transit dan waktu tempuh.

“Transit beberapa kali menuju Amerika Serikat untuk pengisian bahan bakar, itu tidak masalah bagi Pak Presiden. Hal ini menunjukkan bahwa Presiden konsisten dengan prinsip efisiensi penggunaan anggaran negara,” kata Pratikno.

Di lingkungan kepresidenan sendiri, Pratikno juga telah melakukan efisiensi dengan pengurangan jumlah tim pendahulu, baik kunjungan kerja di dalam negeri maupun ke luar negeri.

“Jumlah tim advance ke luar negeri juga dikurangi sampai 40 persen dan lebih mengoptimalkan peran Kedutaan Besar Republik Indonesia,” ucap Pratikno.

Jumlah delegasi juga dibatasi sesuai dengan kapasitas pesawat kepresidenan yang totalnya hanya 42 orang untuk kunjungan ke luar negeri. “Jumlah tersebut bukan hanya delegasi inti, tetapi sudah termasuk perangkat kepresidenan lainnya,” ucap Pratikno.

Oleh karenanya, ditegaskan sekali lagi oleh baik Pratikno dan Bey Machmudin bahwa keikutsertaan keluarga Presiden Jokowi dalam kunjungan ke Turki dan Jerman tidak akan membebani anggaran negara.

(bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular