Friday, February 23, 2024
HomeInternasionalHari Ini, Jokowi Menerima Kunjungan Presiden Niger

Hari Ini, Jokowi Menerima Kunjungan Presiden Niger

Presiden Joko Widodo menyalami Presiden Nigeria
Presiden Joko Widodo menyalami Presiden Niger Mahamadou Issoufou di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10/2017). (Foto: biro pers setpres)

JAKARTA – Indonesia dan Niger membuka era baru dalam hubungan kerja sama kedua negara. Untuk pertama kalinya, semenjak memulai hubungan diplomatik pada tahun 2011, Presiden Niger melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

Presiden Niger, Mahamadou Issoufou, tiba sekira pukul 10.30 WIB di halaman Istana Merdeka. Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menyambut hangat kedatangannya saat tiba di sisi barat gedung Istana Merdeka.

Setelahnya, upacara penyambutan dilangsungkan untuk kemudian keduanya masuk menuju Istana Merdeka dan melakukan perbincangan di halaman belakang Istana Merdeka.

Rangkaian acara kemudian berlanjut ke pertemuan bilateral. Mengawali pertemuan ini, Presiden Jokowi menyatakan sukacitanya menerima kunjungan resmi Presiden Niger.

“Kita baru saja memulai hubungan diplomatik kedua negara, enam tahun lalu, namun Presiden Mahamadou Issoufou sudah datang dan berkunjung ke Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen besar untuk memajukan hubungan bilateral kedua negara,” ucapnya.

Bagi Presiden Jokowi, Indonesia dan Niger memiliki setidaknya tiga ikatan yang kuat: persaudaraan Islam, demokrasi dan kebebasan beragama, dan sama-sama negara yang sedang berkembang. Melalui tiga kesamaan tersebut, ia berharap hubungan kedua negara dapat terjalin semakin baik.

“Saya berharap dengan bermodalkan ikatan itu, kedua negara dapat terus meningkatkan hubungan persaudaraan dan kerja sama konkret di berbagai bidang,” ujarnya.

Untuk diketahui, Niger merupakan negara republik di Afrika Barat. Negara ini memiliki luas area sebesar 1.267.000 kilometer persegi. Penduduknya berkisar 20,6 juta jiwa dengan mayoritas beragama Islam. Perekonomian Niger utamanya berpusat pada pertanian dan peternakan di mana 14% produk domestik brutonya dihasilkan melalui produksi ternak.

Sementara itu, saat memberikan pernyataannya, Presiden Mahamadou Issoufou mengungkapkan bahwa dirinya mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Baginya, Indonesia dapat menunjukkan peran pentingnya bagi perdamaian dunia, khususnya dalam hal penanggulangan terorisme.

“Saya sudah menyampaikan dukungan saya untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB,” ujarnya.

(bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular