Pekan pertama semester genap adalah waktu krusial untuk merekatkan kembali soliditas setiap elemen proses belajar mengajar. Meski begitu, tak banyak sekolah atau lembaga pendidikan yang menaruh fokus terhadap elemen ekstrakulikuler dalam membangun soliditas belajar mengajar di pekan pertamanya. Di antara yang tak banyak itu, salah satunya, SMP Al Hikmah Surabaya.

Sejak di pekan pertama, seluruh guru ekstrakulikuler SMP Al Hikmah dikumpulkan langsung dalam Forum Guru Ekstrakulikuler di Ruang Rapat Lobi, SMP Al Hikmah Surabaya pada Kamis siang (8/01/2026). Bukan untuk sekadar silaturrahim, lebih dari itu, para guru ekstrakulikuler diberi wawasan pengembangan kompetensi. Khususnya kompetensi sikap agar berakhlak, beradab, berbudi, dan berprestasi,
“Tantangan masa depan adalah tantangan iman, benturan worldview, hilangnya adab dan tradisi ilmu, hingga perubahan iklim. Maka dari itu, siswa SMP Al Hikmah harus memiliki kompetensi inti seperti mengutamakan akhlak yang baik kepada Allah dan Rasul-Nya serta kepada orangtua, guru, orang lain, diri sendiri, lingkungan, dan ilmu,” buka Mohammad Sodiqin selaku Kabid Ekstrakulikuler Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Al Hikmah memberi arahan awal.
Tak berhenti disitu, kebiasaan-kebiasaan kecil juga perlu diperhatikan para guru ekstrakulikuler,
“Tolong diperhatikan sikap siswa. Biasakan mengucap terimakasih, maaf, dan minta tolong. Misal ekstra panahan, lalu ada siswa yang meminta anak panah kepada kita untuk dipakai, jangan dilepas genggamannya sampai siswa mengucapkan terimakasih,” lanjut Sodiqin dengan contoh konkret di lapangan.

Kemudian Forum Guru Ekstrakulikuler dilanjutkan arahan dari Kepala Sekolah SMP Al Hikmah Surabaya, Abu Said Qhodri,
” Untuk menyelaraskan nilai dan budaya Al Hikmah yang menuju layanan global dan bertaraf internasional, kami mohon sinergi dari ustadz-ustadzah sekalian. Mengapa? agar siswa Al Hikmah tidak hanya tumbuh secara akademis, namun juga tumbuh secara minat bakat dalam kerangka berbudi dan berprestasi,” tutur Qhodri di hadapan 25 guru ekstrakulikuler SMP Al Hikmah Surabaya.
Momen forum ini pun dimanfaatkan untuk mengapresiasi guru ekstrakulikuler teladan. Seperti guru yang selalu datang di awal waktu dan tertib administrasi secara lengkap,
“Murid adalah cerminan gurunya. Jika guru datang lebih awal, maka siswa akan hormat, jika guru berpakaian sopan, siswa akan hormat. Maka dari itu, karakter-karakter seperti ini perlu kami apresiasi. Selamat,” ujar Susiani Setyaningsih selaku Waka Kesiswaan SMP Al Hikmah Surabaya sembari menyerahkan voucher apresiasi kepada guru ekstrakulikuler teladan.
Forum Guru Ekstrakulikuler SMP Al Hikmah Surabaya di awal semester genap ini patut dijadikan inspirasi. Sebab tak jarang ekstrakulikuler hanya dijadikan formalitas dalam proses belajar mengajar yang hanya sekali dalam sepekan. Sehingga evaluasi, penguatan wawasan, peningkatan kompetensi, serta penanaman adab terhadap guru ekstrakulikuler tidak berjalan maksimal, yang akhirnya berdampak pada kegagalan memenuhi kompetensi karakter siswa nantinya. Lebih nahas lagi jika forum seperti ini tidak dilakukan sama sekali. Maka bagaimana harmoni kokurikuler, intrakulikuler, ekstrakulikuler, dan kurikuler lain terlaksana? (*)
Kontributor : Rafi
Editor : Tommy



