Sunday, April 21, 2024
HomeSudut PandangFahd Bapera Sebut Indonesia Akan "Perang" Dengan Australia Pada 2037, Begini Alasannya

Fahd Bapera Sebut Indonesia Akan “Perang” Dengan Australia Pada 2037, Begini Alasannya

Ketua Umum DPP BAPERA Fahd el-Fouz A Rafiq.

JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Barisan Pemuda Nusantara (Ketum DPP Bapera) Fahd El-Fouz A Rafiq memprediksi bahwa Indonesia akan berperang dengan Australia di masa mendatang.

Pasalnya, selain karena pernah disebut oleh Nostradamus dalam buku yang berjudul “The Complete Prophecies for the Future” yang ditulis oleh Mario Riding, ada beberapa alasan lain, menurutnya.

“Sebelum membahas lebih jauh kita juga akan membuka prediksi dari masa ke masa versi beberapa kitab. Saya mulai dari Al-Quran dimana kenabian Muhammad telah diprediksi oleh dua pendeta Katolik bernama Bukhaira dan Waraqah Bin Naufal. Seperti Bab 39 Barnabas: ”Terpujilah nama-Mu yang kudus, ya Allah Tuhan kita… Tiada Tuhan Selain Allah dan dan Muhammad adalah utusan-Nya,” papar Fahd pada media ini di Jakarta, Rabu (22/2/2023).

Untuk prediksi masa kini, lanjut Fahd, telah ada dalam Surah An-Nahl ayat 8 dimana kendaraan manusia di masa depan sudah diprediksi oleh Al quran “dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai agar kamu menungganginya dan menjadikannya perhiasan.”

“Di ayat ini, Allah SWT menginformasikan bahwa manusia menggunakan kendaraan sebagai perhiasan. Kendaraan tidak saja dipakai sebagai alat transportasi saja tapi juga sebagai alat status sosial dan persis seperti yang terjadi saat ini, ” ungkapnya.

Fahd, mengatakan bahwa bangsa besar adalah bangsa yang bisa menghargai karya agung bangsanya sendiri.

“Ada sebuah kitab era Kerajaan Kediri yang saat ini dikenal dengan ramalan Jayabaya dari Kitab Musasar  bait nomor 142 yang berbunyi, “ Pancen wolak waliking jaman ; Amenangi jaman edan ; ora edan ora komanan ; sing waras podo nggagas ; wong tani ditaleni ; wong doro podo uro-uro ; bejo bejani sing lali ; isih beja kang eling lan waspodo”, ucapnya.

Fahd menambahkan bahwa bait yang dikutipnya tersebut dapat dianalisa konteks seni dalam setiap untaian kata dan kalimatnya bahwa betapa tinggi akurasi analisis intelijen yang terkandung di dalamnya. Dampaknya, mampu memberikan deteksi dini (early warning) dan perkiraan (forecasting) secara cerdas dan langgeng.

“Sanepo pada dasarnya lebih dimaksudkan sebagai bahan intropeksi diri bagi siapapun. Sebuah karya anak bangsa yang sangat monumental. Sungguh sayang bila seni analisis intelijen Jayabaya yang penuh dengan perlambang dan sanepo dibiarkan begitu saja tidak dimanfaatkan bahkan dibiarkan tidak utuh karena rusak dan hilang,” ujarnya.

Lalu bagaimana terkait sinyalemen perang Indonesia dan Australia di masa mendatang? Mantan Ketum PP AMPG itu menjelaskan bahwa tagline masif “Indonesia Emas 2045” bukan tanpa resiko.

“Indonesia diprediksi bisa gesekan keras dengan Australia dan negara lain yang berbuntut peperangan. Tidak akan heran kalau Indonesia berperang dengan Australia pada 2037 seperti prediksi Nostradamus karena di waktu itu perebutan celah Timur Timor sedang mendidih dan tambang emas di perbatasan Timor Timur dan NTT memuncak,” tegasnya.

Menurut Fahd, tambang emas di perbatasan Timur Timor dan NTT adalah cadangan emas terbesar di dunia dan Indonesia siap eksplorasi.

“Di tahun 2037, Timor Timur sudah jadi provinsi Indonesia kembali. Prediksi akan perang Indonesia-Australia merupakan prophecy masa keemasan Indonesia yang diprediksi diawali pada tahun 2024,” katanya prediktif.

Menurut Fahd, salah satu grand plan disebutkan bahwa Indonesia memang akan mengambil kembali Timor Timur dan minimum dalam 5 tahun kembali ke pangkuan NKRI.

“Sementara kota Ambon pada masa itu yaitu di tahun 2035 sudah menjadi kota perikanan terbesar di dunia. GDP warga Ambon dan sekitarnya sudah 12.000 dollar/kapita atau 3 kali dari kekayaan sekarang dan Papua adalah tempat paling eksotis untuk pariwisata yang sebagian bermitra dengan Singapura,” jelasnya.

Putra penyanyo dangdut legendaris A Rafiq itu juga menyebutkan bahwa Papua juga akan menjadi Food Estate untuk menghidupi Singapura dan wilayah timur Indonesia.

“Singapura ingin swasembada maka mereka akan memilih bekerjasama dengan Indonesia untuk membuat food estate di Papua KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) di sana. Bonus lainnya, Singapura juga membangun pariwisata di Papuam Dengan kompensasi lainnya, listrik Singapura ambil beli dari PLTN dengan listrik tenaga nuklir thorium yang dibangun di pulau Bangka,” paparnya.

Fahd juga memprediksi bahwa uang warga Indonesia di Singapura sekitar Rp 5.000 Triliun akan pindah ke Batam, dimana hal itu menjadikan Batam adalah gerbang maritim Indonesia dan menjadi financial hub, perluasan wilayah kerja sama dengan Singapura dan menjadikan Singapure seolah provinsi Indonesia mirip Aceh, Papua dan Timur Timor,” ungkapnya.

Pada tahun tersebut, lanjut Fahd lagi, Indonesia sudah menjadi raja ASEAN menggunakan spice mineral road yaitu semacam obor Tiongkok tetapi tidak pakai hutang, tanpa pinjaman berbunga, namun pakai trading dan transaksinya menggunakan underlying emas.

“Situasinya persis seperti zaman Gajah Mada menyatukan Nusantara pakai gramasi emas, alat tukar emas, 70% transaksi antar negara ASEAN sudah pakai gramasi emas. Di Indonesia sudah dual payment dimana Rupiah bisa di-rate dengan emas dan sudah transaksi 100% di tahun 2035,” prediksinya.

Fahd memprediksi bahwa emas adalah “dollar”nya ASEAN pada tahun 2035. Disinilah kemudian situasinya mengkhawatirkan Australia dan Amerika Serikat. Menurutnya Squad pakta pertahanan 4 negara yaitu Australia, Inggris, Jepang dan Amerika Serikatlah yang ada dibelakang untuk memulai Australia berperang merebut Timur Timor di tahun 2037 tersebut,” sebut Fahd.

Untuk itu, menurut Fahd, sejak tahun 2024 Indonesia harus mulai membangun pangkalan militer terkuat. Dimana ssii selatan adalah di Merauke.

“Jika serius dan konsisten maka diprediksi pada 2035, kekuatannya adalah sekitar 100 kapal perang laut dan 100 jet fighter dan bomber beserta 10.000 drone berjarak terbang 5000 km. Bisa sampai Sydney dan Melbourne,” paparnya serius.

Menurut Fahd, pangkalan militer di Merauke wilayahnya sampai Ambon dan Bali, pangkalan militer terbesar di utara Indonesia ada di Sulawesi utara, mengcover sisi utara Indonesia sampai Biak. Terbesar berikutnya adalah di Pontianak dan Natuna, selanjutnya pangkalan laut ada di Andaman Aceh dan sebagai pusat ekonomi maritim di Batam.

“Semua itu membuktikan di tahun 2035 Indonesia adalah the strongest country di southern hemisphere, atau negara terkuat di selatan katulistiwa akan terulang kembali,” tandasnya yakin.

Fahd melanjutkan, tidak akan ada kapal asing niaga ataupun militer yang lewat gratis di Selat dan Laut Indonesia.

“Juga udara Indonesia mutlak akan menjadi kendali Indonesia sampai wilayah stratosfir untuk satelit. Indonesia berdaulat sejak tahun tahun 2024,” tegasnya.

Karena itu, Fahd berharap buku yang ditulis oleh Mario Riding tersebut mampu menginspirasi putra-putri Indonesia untuk menyikapinya dengan cara melakukan mendeteksi dini dan memperkirakan secara cerdas dan langgeng. Sehingga menjadikan sanepo bukan hanya khiasan semata akan tetapi lebih pada introspeksi negeri kita mulai dari hari ini,” tutup Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar itu.

(asw/bus/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular