Sunday, April 14, 2024
HomeEkonomikaEkonom: Awas, 'Drakula' Anggaran Incar APBN 2016!

Ekonom: Awas, 'Drakula' Anggaran Incar APBN 2016!

Ekonomi AEPI Jakarta, Salamuddin Daeng.
Ekonomi AEPI Jakarta, Salamuddin Daeng.

JAKARTA – Level perampokan anggaran oleh para oligarki politik yang membajak institusi negara saat ini bila dianalogikan dengan bencana alam bukan lagi di level waspada, namun sudah memasuki level awas! Demikian disampaikan pengamat dan sekaligus ekonom Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Jakarta, Salamuddin Daeng kepada Tim Cakrawarta.

“Awas, RAPBN 2016 sedang diincar dan dimangsa oleh drakula politik yang rencananya akan disahkan oleh DPR besok, (30/10),” ujar Salamuddin Daeng di Jakarta, Kamis (29/10).

Daeng menambahkan bahwa setelah sumber daya alam dimangsa habis oleh para drakula politik yang berkuasa di negeri ini, yang menyisakan kerusakan lingkungan, kebakaran hutan, asap, kekeringan, kini satu satunya sumber yang mau dilahap adalah Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) melalui berbagai skema ribuan projek infrastruktur, penyertaan modal ke BUMN, penyertaan modal ke lembaga keuangan international, seperti AIIB dan World Bank, untuk tujuan untuk melipatgandakan hutang.

“Di tengah kejatuhan harga komoditas seperti sawit, batubara, minyak, dan sumber daya alam lainnya, para taipan, saudagar, yang di-backup oleh para marsose, bodyguard politik dan intelektual, semakin kelaparan dan kehausan, semakin ganas dan “haus darah segar”. Darah paling segar itu adalah APBN,” imbuh Daeng.

Menurut Daeng, karena alasan itulah mengapa RAPBN 2016 terlihat sangat ambisius, naik dari target APBNP 2015.

“Padahal APBNP 2015 saja tidak mencapai target. Ini jelas tidak waras. Bagaikan pungguk merindukan bulan,” tegasnya.

Bagi Daeng, ambisi sedemikian sebagaimana dalam RAPBN 2016 akan dicapai dengan mencekik rakyat dengan pajak berlipatganda, cukai yang selangit, dan berbagai pungutan yang mencekik leher.

“Tidak hanya itu, drakula politik akan menjual negara kepada asing dengan mengemis utang luar negeri, menjual BUMN dan menjadikan APBN sebagai proyek bersama antara para taipan, saudagar, yang menguasai negeri bersama sama dengan modal asing,” katanya dengan nada penuh semangat.

RAPBN seperti ini bisa terjadi karena Indonesia memiliki pemimpin yang leadership-nya lemah dan abai terhadap penderitaan rakyatnya.

“Negara yang dipimpin oleh Presiden yang lemah, dengan sistem politik yang amburadul telah, telah dimanfaatkan oleh para drakula politik yang habitatnya tidak punya nurani terhadap penderitaan rakyat, miskin, menganggur dan menderita berbagai penyakit akibat bencana pembakaran lahan dan asap. Waspadalah!” pungkasnya.

(hr/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular