
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas peran aktifnya dalam menyukseskan program imunisasi rutin dan imunisasi kejar.
Penghargaan bertajuk “Peran Aktif Mitra dalam Menyukseskan Imunisasi Rutin dan Kejar” tersebut diserahkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10/2026).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi Muslimat NU Jatim dalam mendukung program imunisasi, terutama melalui penggerakan kader dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kesehatan anak.
Melalui Bidang Kesehatan, PW Muslimat NU Jatim turut membantu mengidentifikasi sasaran imunisasi kejar bagi anak balita hingga usia 59 bulan melalui jaringan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU di berbagai daerah di Jawa Timur.
Ketua Bidang Kesehatan PW Muslimat NU Jatim, dr. Hj. Wiwik Winamingsih, mengatakan identifikasi sasaran tersebut menjadi bagian penting dalam membantu menjangkau anak-anak yang membutuhkan pemenuhan imunisasi sesuai ketentuan program kesehatan pemerintah.
“Langkah ini menjadi bagian penting dalam membantu menjangkau anak-anak yang membutuhkan pemenuhan imunisasi sesuai ketentuan program kesehatan pemerintah,” kata Wiwik dalam keterangannya pada media ini, Selasa (13/10/2026).
Pendataan tersebut ditujukan untuk membantu mengidentifikasi anak-anak yang belum memperoleh imunisasi lengkap agar dapat ditindaklanjuti sesuai arahan tenaga kesehatan. Dengan melibatkan jaringan organisasi hingga tingkat cabang, jangkauan program imunisasi di tengah masyarakat diharapkan semakin luas.
Perkuat Peran Kader hingga Tingkat Masyarakat
Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur, Nyai Hj. Masruroh Wahid, turut mendukung pelaksanaan program tersebut sekaligus mengapresiasi kontribusi kader Muslimat NU di berbagai daerah.
“Dukungan ini mencerminkan komitmen pimpinan wilayah dalam mendorong Muslimat NU agar terus mengambil peran strategis, tidak hanya dalam bidang keagamaan dan sosial, tetapi juga dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Nyai Masruroh dalam keterangan resminya, Selasa.
Menurut PW Muslimat NU Jatim, keterlibatan organisasi kemasyarakatan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat edukasi kesehatan dan memperluas jangkauan program pemerintah. Jaringan kader yang dekat dengan keluarga dan lingkungan masyarakat dinilai dapat membantu meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan imunisasi anak.
Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Muslimat NU Jatim untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan tenaga kesehatan. Edukasi mengenai imunisasi rutin maupun imunisasi kejar juga akan terus didorong agar masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan kesehatan sejak usia dini.
PW Muslimat NU Jatim menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sinergi dengan pemerintah dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya upaya melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Melalui keterlibatan kader di berbagai tingkatan, Muslimat NU Jatim diharapkan dapat terus menjadi mitra strategis dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan sekaligus mendorong peningkatan kesadaran keluarga terhadap pentingnya imunisasi anak.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi








