Tuesday, January 20, 2026
spot_img
HomePolitikaNasionalDorong Islah Demi Marwah Jam’iyyah, Forum Sesepuh NU Minta Pengurus PBNU Hentikan...

Dorong Islah Demi Marwah Jam’iyyah, Forum Sesepuh NU Minta Pengurus PBNU Hentikan Perang Pernyataan di Media

Pertemuan para kiai sepuh NU yang tergabung dalam Forum Sesepuh NU di Ponok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Minggu (30/11/2025) berlangsung secara hybrid. (foto: istimewa)

KEDIRI, CAKRAWARTA.com – Forum Musyawarah Sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, hari ini, Minggu (30/11/2025), menyerukan islah sebagai jalan penyelesaian terbaik atas ketegangan internal yang terjadi di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Para kiai sepuh menilai konflik yang sedang berlangsung sudah melewati batas kewajaran dan berpotensi merusak marwah jam’iyyah.

Forum yang diprakarsai oleh KH. Anwar Manshur (Lirboyo) dan KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso) itu meminta seluruh pihak di PBNU menghentikan perang pernyataan di media, khususnya yang membuka aib internal organisasi dan dapat memperluas polarisasi di tengah warga NU. Para sesepuh menegaskan bahwa penyelesaian masalah hendaknya dilakukan secara musyawarah, tertutup, dan berlandaskan adab ulama.

Pertemuan tersebut turut dihadiri para masyayikh NU dari berbagai daerah dan melalui fasilitas daring. Hadir secara langsung KH. Anwar Manshur, KH. Nurul Huda Djazuli, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus (Lirboyo), KH. Abdul Hannan Ma’shum (Kwagean), KH. Kholil As’ad (Situbondo), dan KH. Ubaidillah Shodaqoh. Sementara KH. Ma’ruf Amin, KH. Said Aqil Siroj, KH. dr. Umar Wahid, dan KH. Abdullloh Ubab Maimoen mengikuti secara virtual.

Dalam pernyataan resminya, Forum Sesepuh NU mengimbau PWNU, PCNU, PCINU, serta seluruh struktur organisasi di semua tingkatan tetap fokus pada program dan pelayanan umat, tanpa terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung di pusat. Para kiai menilai stabilitas organisasi di daerah sangat menentukan ketenangan warga NU di akar rumput.

Forum juga mengajak warga NU menjaga ukhuwah nahdliyah dan memperhatikan etika bermedia sosial, termasuk tidak ikut menyebarkan informasi yang dapat memperuncing perselisihan. “Mengokohkan persatuan lebih utama daripada memenangkan perdebatan,” demikian salah satu pesan yang disampaikan para sesepuh.

Di akhir forum, para kiai mengimbau seluruh warga NU memperbanyak taqarrub kepada Allah SWT dan berdoa agar konflik di PBNU segera mendapatkan jalan keluar yang maslahat bagi persatuan jam’iyyah, umat, dan bangsa. Forum menyatakan kesiapan untuk terus menjembatani proses islah bila diperlukan.(*)

Kontributor: Tommy

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular