
SIDOARJO, CAKRAWARTA.com – Perjalanan dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes., di dunia kesehatan berawal dari ruang-ruang pelayanan medis hingga berujung pada tanggung jawab mengelola kesehatan masyarakat dalam skala yang lebih luas. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 1996 itu resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur menandai babak baru dalam pengabdiannya di sektor kesehatan publik.
Sebelum dilantik secara definitif, Lakhsmie terlebih dahulu menjalani peran sebagai pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan. Masa transisi itu ia maknai sebagai proses belajar sekaligus pengenalan terhadap kompleksitas tata kelola kesehatan masyarakat, yang berbeda dengan layanan kesehatan di rumah sakit.
“Di rumah sakit, fokus utamanya pelayanan kesehatan perorangan. Sementara di dinas kesehatan, cakupannya lebih luas, dari kesehatan perorangan hingga kesehatan masyarakat,” ujar Lakhsmie dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).
Pengalaman panjang di dunia kesehatan membentuk cara pandangnya dalam memimpin. Ia pernah terlibat dalam manajemen rumah sakit, antara lain sebagai kepala seksi rawat jalan. Peran tersebut menjadi ruang pembelajaran awal sebelum ia berpindah ke organisasi perangkat daerah, seperti P3AKB dan dinas kesehatan. Perpindahan itu memperkaya pemahamannya tentang sistem, kebijakan, serta tantangan kesehatan masyarakat.
Lakhsmie resmi menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo pada Oktober 2025. Ia mengakui sempat muncul keraguan saat harus memimpin organisasi besar yang menjadi salah satu tulang punggung kinerja pemerintah daerah. Namun, pengalaman dan jejaring kerja yang telah ia bangun selama bertahun-tahun menjadi modal penting dalam menjalankan amanah tersebut.
Di balik perjalanan kariernya, terdapat sosok ibu yang menjadi sumber inspirasi. Sang ibu berprofesi sebagai bidan, sebuah latar yang membuat Lakhsmie akrab dengan dunia kesehatan sejak kecil. “Sejak kecil saya sudah melihat dan hidup dalam suasana pelayanan kesehatan. Itu yang kemudian menguatkan saya untuk terus berkontribusi, terutama di bidang kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Bagi Lakhsmie, jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Tanggung jawab itu, menurutnya, tidak hanya kepada masyarakat dan institusi, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kesadaran tersebut menjadi landasan dalam menjalankan tugas secara sungguh-sungguh.
Sebagai alumnus UNAIR, Lakhsmie mengaku bangga dengan nilai-nilai yang ditanamkan almamaternya, khususnya di Fakultas Kedokteran. Ia menilai budaya kekeluargaan dan persaudaraan yang kuat terus terjaga di antara para alumninya. Nilai itu pula yang ia terapkan dalam kepemimpinan sehari-hari di lingkungan kerja.
“Nilai persaudaraan yang saya pelajari di UNAIR tetap saya pegang, termasuk saat menjalani studi lanjut dan dalam memimpin tim. Perbedaan usia atau latar belakang tidak menjadi penghalang untuk saling belajar,” kata Lakhsmie.(*)
Kontributor: Khefti
Editor: Abdel Rafi



