Friday, January 30, 2026
spot_img
HomeSosial BudayaKemanusiaanBukan Perang, Ini Misi Kemanusiaan Prajurit Brawijaya ke Aceh Tengah

Bukan Perang, Ini Misi Kemanusiaan Prajurit Brawijaya ke Aceh Tengah

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin saat memberikan motivasi dan arahan pada ratusan prajurit yang akan diberangkatkan ke Aceh Tengah di Markas Yonzipur 5/ABW, Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (15/12/2025). (Foto: Pendam V/Brawijaya)

MALANG, CAKRAWARTA.com – Ini bukan operasi tempur, bukan pula latihan militer. Sebanyak ratusan prajurit Kodam V/Brawijaya bersiap menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu penanganan bencana di Aceh Tengah. Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin turun langsung memeriksa kesiapan pasukan sebelum diberangkatkan.

Pemeriksaan kesiapan dilakukan di Markas Yonzipur 5/ABW, Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (15/12/2025). Dalam kesempatan itu, Pangdam memastikan seluruh personel, perlengkapan, hingga rantai komando siap menjalankan tugas di wilayah terdampak bencana.

“Penugasan ini adalah amanah besar. Negara memanggil prajurit untuk hadir membantu saudara-saudara kita di Aceh Tengah,” kata Rudy saat memberikan pengarahan kepada pasukan.

Sebanyak 350 personel dilibatkan dalam kegiatan pengecekan, termasuk jajaran pejabat utama Kodam V/Brawijaya. Hadir antara lain Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir, Aslog Kasdam V/Brawijaya Kolonel Czi Rielman N. Yudha Trianandha, Kazidam V/Brawijaya Kolonel Czi Rinaldo Rusdy, serta perwakilan BPBD Kabupaten Malang, Isa Anshari.

Adapun Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) yang akan diberangkatkan berjumlah 310 personel, terdiri dari unsur Kesdam, Yonif 512/QY, Komlekdam, Bekangdam, Paldam, Yonarmed 8/UY, dan Yonzipur 5/ABW. Seluruh kekuatan berada dalam satu rantai komando di bawah pimpinan Dansatgas Letkol Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho, selaku Danyonzipur 5/ABW.

Untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut, Kodam V/Brawijaya juga menyiapkan beragam alat berat dan sarana pendukung, mulai dari kendaraan taktis dan truk logistik, penjernih air portable, genset berkapasitas 5–50 KVA, hingga alat berat seperti excavator, bulldozer, crane, dump truck, serta truk tangki bahan bakar.

Dalam arahannya, Pangdam menekankan pentingnya disiplin komando, soliditas antarsatuan, serta koordinasi dengan BNPB dan pemerintah daerah setempat. Ia juga mengingatkan seluruh prajurit agar mengutamakan keselamatan selama pergerakan dari Malang menuju Surabaya hingga ke Aceh.

“Laksanakan tugas secara profesional, jaga nama baik satuan, patuhi hukum, dan utamakan keselamatan. Pengalaman ini akan menjadi bekal berharga, terutama bagi prajurit-prajurit muda,” ujar Rudy.

Pemeriksaan kesiapan ini menegaskan komitmen TNI Angkatan Darat untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat bencana melanda. Bagi prajurit Brawijaya, tugas ini bukan soal senjata, melainkan tentang kemanusiaan dan pengabdian kepada negeri.(*)

Kontributor: Bambang

Editor: Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular