
PADANG, CAKRAWARTA.com – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat mencatatkan kinerja positif dalam pelaksanaan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sepanjang tahun 2025. Berbagai program penempatan, pelindungan, pelayanan, pelatihan, hingga sosialisasi migrasi aman berhasil menjangkau ribuan masyarakat di Sumatera Barat.
Sepanjang 2025, BP3MI Sumatera Barat mencatat sebanyak 522 PMI asal Sumatera Barat berhasil ditempatkan ke luar negeri secara prosedural. Penempatan tersebut didominasi ke Jepang sebanyak 472 orang, sementara sisanya tersebar ke sejumlah negara tujuan lain, antara lain Malaysia, Taiwan, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Kroasia, Singapura, Oman, dan Qatar. Tiga daerah dengan jumlah penempatan terbanyak berasal dari Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam.
Di bidang pelindungan, BP3MI Sumatera Barat memfasilitasi pemulangan 36 PMI sepanjang 2025, baik dalam kategori repatriasi, deportasi, PMI sakit, maupun PMI meninggal dunia. Selain itu, dilakukan pula pencegahan penempatan nonprosedural terhadap 48 calon PMI, sebagai langkah mitigasi risiko sejak tahap pra-penempatan.
Pelayanan kepada PMI juga dilakukan melalui helpdesk di Bandara Internasional Minangkabau. Sepanjang 2025, layanan ini melayani 74 PMI, terdiri atas PMI cuti, habis kontrak, serta PMI dengan berbagai keperluan lainnya.
Upaya pemberdayaan PMI turut menjadi perhatian. Pada Oktober 2025, BP3MI Sumatera Barat melaksanakan Pelatihan Pengembangan Usaha Produktif dan Penyerahan Bantuan Modal Usaha kepada 20 PMI purna dan keluarganya. Program tersebut dilanjutkan dengan kegiatan Rehabilitasi dan Reintegrasi Sosial pada November 2025 yang menyasar 20 PMI purna dan keluarga.
Selain itu, BP3MI Sumatera Barat menyelenggarakan pelatihan pengembangan kapasitas calon PMI di bidang hospitality, plantation (budidaya tanaman), serta bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Program ini diikuti sekitar 150 peserta, bekerja sama dengan BPVP Padang, Balai Diklat Industri Padang, serta Migran Center Universitas Negeri Padang.
Pada aspek edukasi publik, BP3MI Sumatera Barat aktif melakukan sosialisasi peluang kerja luar negeri dan migrasi aman di SMK dan perguruan tinggi se-Sumatera Barat. Sepanjang 2025, tercatat 43 kegiatan sosialisasi dengan jangkauan sekitar 3.675 peserta, yang dilaksanakan melalui koordinasi dengan dinas tenaga kerja kabupaten/kota. Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti PWNU Sumatera Barat dan PWM Muhammadiyah Sumatera Barat, serta komunitas aktivis mahasiswa.
Di luar kegiatan tatap muka, edukasi publik juga diperluas melalui media daring dan elektronik. BP3MI Sumatera Barat juga berpartisipasi dalam berbagai job fair bersama Universitas Negeri Padang dan Pemerintah Kota Padang.
Kepala BP3MI Sumatera Barat, Jupriyadi, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor. “Capaian ini merupakan hasil sinergi antara BP3MI Sumatera Barat, pemerintah daerah, lembaga vokasi, dan perguruan tinggi. Kami terus berupaya memperluas akses peluang kerja luar negeri yang legal, aman, dan bermartabat bagi generasi muda Sumatera Barat, sekaligus memastikan pelindungan PMI dari pra-penempatan hingga purna penempatan,” ujarnya dalam keterangannya pada media ini, Jumat (2/1/2026).
BP3MI Sumatera Barat juga menunjukkan kepedulian sosial dengan berkontribusi dalam penggalangan dan penyaluran donasi bagi masyarakat terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat.
Ke depan, BP3MI Sumatera Barat akan terus memperkuat sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mendorong sistem migrasi yang edukatif, aman, dan berkelanjutan, sekaligus menjamin pelindungan, keselamatan, dan kesejahteraan PMI beserta keluarganya.(*)
Kontributor: Ahmad Toha Al
Editor: Abdel Rafi



