Berita Terpercaya Tajam Terkini

Bangkitkan Ekonomi, DT Peduli Sulsel Dan Yayasan Kalla Adakan Pelatihan Bagi Kaum Difabel

0
Mami Linge (67) bersama para peserta Pelatihan Kerajinan Bosara bagi kaum difabel yang diadakan oleh DT Peduli Sulsel yang bekerja sama dengan Yayasan Kalla untuk membuat kaum difabel lebih mandiri dan bangkit secara ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Mami Linge adalah trainer dan sekaligus pakar dalam membuat Bosara. (foto: istimewa)

 

MAKASSAR – Pasca hari raya Idul Fitri 1442 H, Daarut Tauhid (DT) Peduli Sulawesi Selatan mengadakan Daarut Tauhid Creative Center (DTCC)  yang bekerja sama dengan Yayasan Kalla. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lantai  dua kantor DT Peduli Sulsel, Kota Makassar pada Selasa (25/5/2021) kemarin.

“Pada pertemuan ini ada sebanyak 12 orang difabel. Kali ini pelatihan tentang membuat kerajinan Bosara. Nanti setelah 2 kali pelatihan akan masuk ke tahap pembinaan yakni bagaimana melayani orderan,” ujar Hasmirah Kepala Cabang DT Peduli Sulsel kepada redaksi cakrawarta.com, Rabu (26/5/2021). 

Mami Linge (67), seorang lansia dan aktif di kegiatan sosial menjadi Trainer pada program pelatihan kerajinan Bosara kali ini.

“MasyaAllah, saya bersyukur sekali diajak untuk sharing ilmu oleh DT Peduli Sulsel. Apalagi pesertanya adalah kaum difabel. Jujur baru kali ini mengajar difabel. Semoga ilmunya bermanfaat. Saya berterima kasih kepada Yayasan Kalla dan DT Peduli Sulsel yang memfasilitasi kegiatan ini. Semoga berkah dan membawa kemaslahatan. Aamiin,” ujar Mami Linge. 

Hasmirah sendiri menambahkan bahwa pelatihan DTCC ini merupakan kedua kalinya diadakan dengan tema kegiatan yang berbeda. Jika pertama berupa pelatihan menjahit maka yang kedua ini berupa pelatihan membuat kerajinan Bosara.

“Harapannya adalah kaum difabel yang kita latih ini memiliki ruang untuk berkarya dan punya skill agar bisa membangkitkan ekonomi kelurga di tengah pandemi Covid-19,” tegas Hasmirah. 

Sebagai informasi, bosara adalah tempat sajian kue tradisional di Sulawesi Selatan yang sering digunakan oleh masyarakat Sulawesi Selatan ketika ada hajatan baik pernikahan, khitanan dan syukuran.

(mr/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.