Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeEkonomikaBamsoet DPR: Pidato Prabowo di Davos Tegaskan Stabilitas dan Kredibilitas Indonesia!

Bamsoet DPR: Pidato Prabowo di Davos Tegaskan Stabilitas dan Kredibilitas Indonesia!

PARIS, CAKRAWARTA.com –  Anggota DPR RI Bambang Soesatyo menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang stabil secara politik dan kredibel secara ekonomi di mata dunia.

Menurut Bamsoet, pidato tersebut mencerminkan pendekatan yang realistis dan solutif dalam merespons dinamika global yang ditandai ketegangan geopolitik, krisis energi, serta volatilitas pasar keuangan internasional.

“Pesan Presiden Prabowo jelas, bahwa di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, perdamaian dan stabilitas menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi suatu negara,” ujar Bamsoet di Paris, Jumat (23/1/2026).

Ketua MPR RI ke-15 itu menilai pemaparan capaian makroekonomi Indonesia dalam forum tersebut turut memperkuat kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai mitra investasi jangka panjang. Dalam satu dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil di atas 5 persen, inflasi terjaga, rasio utang pemerintah di bawah 40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), serta defisit fiskal berada dalam koridor kebijakan anggaran.

“Yang penting, Indonesia tidak pernah gagal memenuhi kewajiban pembayaran utang. Konsistensi lintas pemerintahan dalam menjaga disiplin fiskal inilah yang membangun reputasi Indonesia di mata investor global,” kata Bamsoet.

Ia juga mengapresiasi penekanan Presiden Prabowo pada investasi sumber daya manusia melalui kebijakan makan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, serta digitalisasi pendidikan. Menurut Bamsoet, kebijakan tersebut dirancang sebagai investasi jangka panjang yang berdampak pada produktivitas nasional.

Program lain seperti sekolah rakyat bagi masyarakat miskin dan pembangunan universitas berstandar internasional dinilai sebagai langkah konkret untuk memutus rantai kemiskinan struktural dan mengurangi ketimpangan sosial.

“Ini bukan kebijakan populis jangka pendek, melainkan strategi pembangunan sumber daya manusia. Anak yang sehat, pendidikan yang berkualitas, dan akses teknologi adalah fondasi daya saing bangsa,” ujarnya.

Bamsoet juga menyoroti sikap tegas Presiden Prabowo dalam penegakan hukum dan pemberantasan praktik ekonomi ilegal. Ia menyebut langkah penertiban terhadap perkebunan dan pertambangan ilegal, serta pencabutan izin sejumlah korporasi, sebagai upaya memperkuat negara hukum dan keadilan sosial.

Dalam penutup pidatonya di Davos, lanjut Bamsoet, Presiden Prabowo kembali menegaskan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif. Indonesia, kata dia, memilih jalur perdamaian, terbuka terhadap kerja sama global, serta berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan dan perlindungan lingkungan, termasuk melalui inisiatif kelautan seperti Ocean Impact Summit di Bali.

Meski demikian, Bamsoet mengingatkan bahwa tantangan implementasi masih besar. Reformasi badan usaha milik negara (BUMN), program sosial berskala luas, serta penegakan hukum membutuhkan konsistensi kebijakan, tata kelola anggaran yang akuntabel, dan pengawasan yang kuat.

“Jika stabilitas politik, disiplin fiskal, reformasi kelembagaan, dan investasi sumber daya manusia dijalankan secara konsisten, Indonesia memiliki peluang besar tampil sebagai kekuatan ekonomi baru yang berdaulat dan berkelanjutan,” pungkas Bamsoet.(*)

Kontributor: Tommy

Editor: Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular