
SEOUL, CAKRAWARTA.com – Penyanyi EXO, Baekhyun, disebut berpotensi mengalami kerugian finansial hingga 63 miliar won atau sekitar Rp700 miliar di tengah persoalan hukum yang menjerat Chairman ONE HUNDRED, Cha Ga Won.
Klaim tersebut mencuat setelah YouTuber sekaligus komentator hiburan Lee Jin Ho membahas posisi Baekhyun dalam kontroversi yang melibatkan Cha Ga Won dan rapper MC Mong. Lee menyebut Baekhyun sebagai salah satu pihak yang mengalami dampak finansial terbesar dari persoalan tersebut.
Menurut klaim yang disampaikan Lee, persoalan itu berkaitan dengan proses kontrak eksklusif Baekhyun dengan ONE HUNDRED setelah ia meninggalkan SM Entertainment. Salah satu komponen yang disebut adalah janji properti mewah senilai sekitar 35 miliar won sebagai bagian dari pembayaran kontrak.
Namun, properti yang disebut sebagai bagian dari kesepakatan tersebut diklaim belum dibangun. Lee menyebut properti yang dijanjikan merupakan bagian dari pengembangan Eterno fase ketiga, sementara fase tersebut disebut belum terealisasi.
Rincian lain yang menjadi sorotan adalah deposit hunian sebesar 16 miliar won yang disebut belum jelas pengembaliannya. Baekhyun dikabarkan membayar deposit tersebut saat menempati sebuah hunian mewah di kawasan Hannam, Seoul.
Selain itu, Lee mengklaim terdapat sekitar 12 miliar won pendapatan atau pembayaran yang belum diselesaikan.
Jika ketiga angka tersebut dijumlahkan yakni 35 miliar won dari nilai properti yang dijanjikan, 16 miliar won deposit, dan 12 miliar won pembayaran yang disebut belum diselesaikan, maka totalnya mencapai sekitar 63 miliar won. Angka tersebut setara sekitar Rp700 miliar.
Meski demikian, angka 63 miliar won tersebut belum merupakan kerugian yang telah diputuskan secara hukum. Klaim tersebut pertama kali muncul dari pernyataan Lee Jin Ho dan belum dikonfirmasi secara independen maupun dinyatakan secara resmi sebagai jumlah kerugian Baekhyun. Media Korea juga menekankan bahwa fakta dan besaran kerugian masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Kasus ini menambah babak baru dalam sengketa yang melibatkan Baekhyun, Chen, dan Xiumin yang dikenal sebagai CBX, dengan sejumlah entitas yang berkaitan dengan ONE HUNDRED serta SM Entertainment.
Sebelumnya, CBX telah terlibat perselisihan kontrak dengan SM Entertainment terkait persoalan penyelesaian pendapatan dan kewajiban berdasarkan perjanjian antara kedua pihak. Pada April 2026, ketiganya juga dilaporkan telah mengirim pemberitahuan mengenai rencana mengakhiri kontrak mereka dengan INB100 dan meminta penjelasan mengenai pembayaran yang belum diselesaikan serta dugaan pelanggaran kontrak.
ONE HUNDRED sebelumnya membantah pemberitaan mengenai pembayaran artis yang belum diselesaikan. Perusahaan menyatakan persoalan tersebut masih dalam proses pembahasan dan penyesuaian berdasarkan ketentuan kontrak serta aktivitas masing-masing artis.
Persoalan semakin menjadi sorotan setelah Cha Ga Won menghadapi proses hukum terkait dugaan penipuan. Menurut laporan SBS, polisi sebelumnya meminta surat perintah penahanan terhadap Cha dalam kasus yang berkaitan dengan dugaan penipuan bernilai puluhan miliar won.
Bagi Baekhyun, munculnya klaim kerugian hingga 63 miliar won berpotensi memperumit sengketa yang sudah berlangsung. Namun, sejauh ini belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh angka tersebut merupakan kerugian final yang telah terbukti secara hukum.
Dengan demikian, perhatian kini tertuju pada apakah klaim mengenai properti yang dijanjikan, deposit 16 miliar won, dan pembayaran sekitar 12 miliar won tersebut akan dikonfirmasi melalui dokumen kontrak, proses hukum, atau pernyataan resmi dari pihak Baekhyun dan ONE HUNDRED.(*)
Kontributor: Rika
Editor: Rafel








