
JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih mulai menyusun struktur kepengurusan periode 2026-2031. Ketua Umum APKLI Merah Putih, dr. Ali Mahsun ATMO, menunjuk tiga figur untuk menempati posisi strategis, yakni sekretaris jenderal, bendahara umum, dan ketua harian.
Penetapan tersebut dilakukan setelah rapat tim formateur yang berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) malam. Sebelumnya, Ali Mahsun bersama tim formateur dari sejumlah wilayah melakukan doa dan khidmah di kawasan Sumur Lubang Buaya, Monumen Pancasila Sakti, Jakarta.
Ali mengatakan, kawasan yang menjadi salah satu situs penting dalam sejarah Indonesia itu dijadikan sebagai landasan spirit bagi kepengurusan APKLI Merah Putih periode mendatang.
“Berdo’a dan berkhidmah di pusaran Sumur Lubang Buaya Monumen Pancasila Sakti Jakarta dipimpin Ketua Umum/Formateur Terpilih DPP APKLI MERAH PUTIH 2026-2031 bersama Tim Formateur dari Jawa Banusra (M. Fahmi Dzulfiadi), Maluku Papua (Sutan Marsida), Sulawesi (Iwan N Raju), Kalimantan (Lukiyus) dan Mangimpal Lumbantoruan (Sumatera) dijadikan landasan spirit Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, Dan Pedagang Kaki Lima Indonesia – APKLI MERAH PUTIH,” kata Ali Mahsun di Jakarta, Minggu (13/9/2026).
Menurut Ali, semangat tersebut akan menjadi pijakan dalam membangun kepemimpinan organisasi yang solid dan berintegritas. Ia menekankan pentingnya loyalitas, kapasitas, karakter kuat, serta keberanian mengambil risiko bagi setiap personel yang masuk dalam kepengurusan.
“Spirit Pahlawan Revolusi menjadi tonggak kepemimpinan satu komando dan tegak lurus, tak boleh keluar dari white cross apalagi lakukan pengkhianatan. Loyalitas, integritas, kapasitas, serta inspiring, strong character and risk taker sebagai prasyarat personil Dewan Pengurus DPP APKLI MERAH PUTIH 2026-2031. Solid, bersatu dan tangguh adalah wajah Kabinet Revolusi Ekonomi Rakyat Indonesia,” ujar Ali.
Diisi 143 Personel
Hasil rapat formateur menetapkan struktur DPP APKLI Merah Putih 2026-2031 yang secara keseluruhan berjumlah 143 personel. Struktur tersebut terdiri atas 11 wakil ketua umum, 44 ketua bidang, delapan wakil sekretaris jenderal, delapan wakil bendahara umum, serta 68 departemen.
Ali mengatakan, struktur kepengurusan tersebut dirancang sebagai ruang pembauran berbagai latar belakang sumber daya manusia. Unsur yang terlibat tidak hanya berasal dari aktivis akar rumput, tetapi juga profesional, pengusaha, jejaring sumber daya ekonomi dan usaha, media, birokrasi, akademisi, intelektual, serta cendekiawan.
“Kabinet Revolusi Ekonomi Rakyat Indonesia ini merupakan pembauran, serta wujud sinergi kolaborasi SDM dari unsur aktifis akar rumput dan non akar rumput. Dari unsur profesional, pengusaha, jejaring sumber daya ekonomi/usaha, dan media. Ada kalangan birokrasi dan sejenis, juga diisi tokoh, akademisi, intelektual dan cendekia,” katanya.
Ali mengatakan, APKLI Merah Putih juga ingin mengonsolidasikan berbagai potensi ekonomi kelompok usaha kecil, mikro, dan pedagang kaki lima di Indonesia melalui tata kelola organisasi yang lebih terintegrasi.
“Lebih dari itu, APKLI MERAH PUTIH bertekad bulat menyatukan segenap potensi dan sumber daya ekonomi usaha kecil, mikro, dan pedagang kaki lima Indonesia melalui satu pintu, satu rumah, satu data dan satu tata kelola base on profesional, bisnis dan ekonomi. Muara dan ujungya adalah cetak 100 juta UKM PKL unggul guna sukseskan Indonesia jemput puncak demografi 2030 dan menjadi negara maju 2045. Kita mampu asal mau mewujudkannya,” imbuh dokter ahli kekebalan tubuh lulusan FK Unibraw Malang dan FKUI Jakarta itu.
Tiga Posisi Strategis
Untuk posisi sekretaris jenderal, Ali menunjuk Saiful Chaniago, SE., Komisaris Utama PT PLN EG. Saiful berasal dari unsur birokrasi.
Sementara itu, posisi bendahara umum dipercayakan kepada Rien Mahkota Rosa, SE., dari unsur pengusaha.
Adapun posisi ketua harian diberikan kepada Ellif Krismawati, SSi., MM., yang berasal dari unsur pengusaha dan aktivis. Posisi tersebut dinilai strategis karena berkaitan dengan pengelolaan dan eksekusi berbagai potensi ekonomi yang menjadi fokus organisasi.
“Untuk kesekjenan, Ketua Umum telah menunjuk Sdr Saiful Chaniago, SE., Komisaris Utama PT. PLN EG dari unsur birokarsi. Bendahara Umum ditunjuk dari unsur pengusaha, Sdr. Rien Mahkota Rosa, SE. Sedangkan Ketua Harian, yang mengelola dan ekskusi potensi, kekuatan, dan algoritma ekonomi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima ditunjuk Sdr. Ellif Krismawati, SSi., MM dari unsur pengusaha dan aktifis,” kata Ali.
Setelah struktur kepengurusan terbentuk, APKLI Merah Putih berencana menggelar pelantikan DPP periode 2026-2031 pada Oktober 2026 di Jakarta.
“InsyaAllah pada oktober 2026 digelar pelantikan DPP APKLI MERAH PUTIH 2026-2031 di Jakarta, dan Wakil Ketua DPR RI, Prof Sufmi Dasco Ahmad akan hadir memberikan pengarahan,” pungkas Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI) itu.(*)
Kontributor: Abdel Rafi
Editor: Umar Faruq








