
SEOUL, CAKRAWARTA.com – Korea Selatan menghadapi persoalan serius terkait kesehatan dan keselamatan remaja. Sebanyak 244 siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas meninggal karena bunuh diri sepanjang 2025, angka tertinggi yang pernah tercatat dan meningkat 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Data Kementerian Pendidikan Korea Selatan menunjukkan, jumlah tersebut juga melonjak hampir 65% dibandingkan 2020. Angka itu mencakup enam siswa sekolah dasar, 92 siswa sekolah menengah pertama, dan 146 siswa sekolah menengah atas.
Lonjakan tersebut kembali menyoroti tekanan yang dihadapi anak-anak dan remaja di Korea Selatan, terutama di tengah lingkungan pendidikan yang dikenal sangat kompetitif.
Menurut data pemerintah, sejumlah faktor dilaporkan berkaitan dengan kasus-kasus tersebut. Di antaranya adalah persoalan keluarga, masalah kesehatan mental, tekanan akademik, serta persoalan hubungan atau pergaulan.
Namun, dalam 79 kasus, faktor utama yang melatarbelakangi kematian siswa tidak diketahui.
Besarnya jumlah kasus di kalangan pelajar menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa persoalan kesehatan mental tidak hanya muncul ketika seseorang memasuki usia dewasa. Tekanan emosional dapat muncul sejak bangku sekolah dan beririsan dengan berbagai persoalan di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun kehidupan sosial.
Pemerintah Korea Selatan kini berupaya merespons persoalan tersebut melalui strategi pencegahan bunuh diri berskala nasional yang secara khusus menyasar kelompok remaja.
Strategi tersebut menargetkan penurunan sekitar separuh angka bunuh diri di kalangan anak muda pada 2035.
Langkah itu diharapkan tidak berhenti pada penanganan ketika krisis telah terjadi, tetapi juga memperkuat deteksi dini, dukungan kesehatan mental, serta lingkungan sekolah dan keluarga yang memungkinkan anak dan remaja mendapatkan pertolongan sebelum persoalan berkembang menjadi krisis.
Rekor 244 kematian pada 2025 menjadi pengingat bahwa di balik sistem pendidikan yang sangat kompetitif, terdapat persoalan yang jauh lebih mendasar yakni memastikan anak-anak dan remaja memiliki ruang untuk mendapatkan dukungan ketika mereka menghadapi tekanan yang tidak mampu mereka tanggung sendirian.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang berada dalam krisis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri, segera hubungi layanan darurat setempat atau tenaga profesional kesehatan mental.(*)
Kontributor: Rika
Editor: Rafel








