Alumnus Matematika UNAIR, Muhammad Shodiq Bangun Inovasi Talenta Perbankan

Muhammad Shodiq saat menerima penghargaan sebagai Top Learning & Development Leader South East Asia dari CoachHub & People Matters di Singapura, tahun 2023. (foto: dokumen pribadi)

JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Pendidikan Matematika tidak selalu berujung pada profesi sebagai akademisi, peneliti, atau pengajar. Muhammad Shodiq, S.Si., MT., CIFP., menjadi salah satu contoh bagaimana kemampuan analitis yang diperoleh dari bangku kuliah dapat dibawa ke ruang yang lebih luas, termasuk industri keuangan, perbankan, teknologi pembelajaran, dan pengembangan talenta.

Alumnus Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 1993 itu kini dipercaya sebagai Senior Vice President pada posisi Head of Talent Factory & Learning Capability Development di Bank CIMB Niaga.

Lebih dari 25 tahun berkecimpung di sektor keuangan, Shodiq -sapaan akrabnya- telah melewati berbagai posisi dan institusi, baik di dalam maupun luar negeri. Pengalamannya antara lain diperoleh di Bank Danamon Syariah, Fajr Capital, Bank BRI Syariah, dan Sampoerna Financial Group-Sampoerna Strategic.

“Saya melihat Matematika bukan sekadar ilmu tentang angka. Yang paling penting adalah cara berpikirnya—bagaimana melihat persoalan secara logis, sistematis, dan mencari solusi. Kemampuan itu sangat relevan ketika kita masuk ke dunia profesional yang penuh dengan persoalan kompleks,” ujar Shodiq saat dihubungi media ini, Sabtu (22/8/2026).

Perjalanan akademiknya juga menunjukkan lintasan lintas disiplin. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 Matematika di UNAIR, Shodiq melanjutkan studi magister Teknik Mesin di Universitas Indonesia pada 2000.

Ketertarikannya pada industri keuangan kemudian mendorongnya memperkuat kompetensi melalui pendidikan profesional internasional. Pada 2007, ia memperoleh beasiswa penuh untuk mengikuti program Chartered Islamic Finance Professional (CIFP) bidang Islamic Banking & Finance di International Centre for Education in Islamic Finance (INCEIF), Malaysia.

Pengembangan kapasitas itu berlanjut melalui program Accelerated Universal Banker di Nanyang Business School, Nanyang Technological University (NTU), Singapura, pada 2017. Lima tahun kemudian, ia mengikuti Sustainability Leadership Program di Institute for Sustainability Leadership, University of Cambridge, Inggris.

Di CIMB Niaga, Shodiq terlibat dalam pengembangan pembelajaran dan talenta dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Sejumlah inovasi yang dikembangkan mencakup digital learning, virtual reality (VR) learning, artificial intelligence-based virtual reality learning, hingga learning experience platform.

Transformasi tersebut menempatkan pembelajaran tidak lagi sekadar sebagai kegiatan pelatihan konvensional, tetapi sebagai bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia di industri perbankan.

Pada 2022, CIMB Niaga memperoleh penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai bank yang pertama menerapkan pembelajaran menggunakan VR learning. Inovasi tersebut juga mendapat pengakuan dari sejumlah lembaga nasional dan internasional, termasuk Brandon Hall di Amerika Serikat.

Bagi Shodiq, teknologi dalam pembelajaran bukan sekadar persoalan mengikuti tren.

“Teknologi harus membuat proses belajar menjadi lebih relevan, mudah diakses, dan memberikan pengalaman yang lebih baik kepada peserta. Tujuan akhirnya bukan teknologinya, tetapi bagaimana manusia di dalam organisasi berkembang dan mampu menghadapi perubahan,” katanya.

Kiprahnya di bidang learning and development kemudian mendapat pengakuan internasional. Pada 2023, Shodiq meraih Top Learning & Development Awards South East Asia dari CoachHub dan People Matters di Singapura.

Setahun berikutnya, ia memperoleh penghargaan HR Leader of The Year (Gold) dalam Indonesia Human Resources Excellence Award yang diselenggarakan Human Resources Online.

Dikenal Bersahaja

Di luar perjalanan profesionalnya, sejumlah kolega mengingat Shodiq sebagai sosok yang tetap sederhana meskipun telah menempati posisi penting di industri perbankan.

Agus Barlianto, mahasiswa Program Doktoral IPB University, menyebut Shodiq sebagai sosok yang teguh dalam memperjuangkan sesuatu tetapi tetap bersahaja.

“Ikut bangga atas prestasi Shodiq. Pejuang yang teguh dan bersahaja seperti ayahandanya,” ujar Agus sata dihubungi terpisah, Sabtu.

Kesan serupa disampaikan M. Sugiharto, Wakil Ketua Umum Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Timur. Ia mengenal Shodiq sejak masih menjadi mahasiswa Matematika UNAIR.

Sugiharto mengingat Shodiq pernah mengendarai sepeda ontel ketika menempuh kuliah dan melintasi kawasan pinggiran jalan protokol Surabaya.

“Saya dulu pernah melihat dia naik sepeda ontel menelusuri pinggiran jalan protokol di Surabaya saat sedang menempuh S1 Jurusan Matematika di UNAIR,” kata Sugiharto.

Pertemuan mereka berlanjut ketika Shodiq bekerja di Jakarta. Sugiharto mengaku pernah ditemui Shodiq di sekitar kantor Bank Sampoerna sebelum kemudian diajak berkunjung ke rumahnya di kawasan Cawang.

Menurut Sugiharto, perubahan karier dan posisi tidak banyak mengubah karakter Shodiq.

“Orangnya tetap sederhana dan bersahaja. Tampang seriusnya tetap dominan, walaupun saya tahu dia berusaha menutupinya,” ujar Sugiharto sembari tertawa lepas.

Aktif di Organisasi dan Dunia Pendidikan

Jejak Shodiq tidak hanya terbentuk melalui pendidikan formal dan karier profesional. Ketika masih muda, ia juga aktif dalam organisasi. Pada periode 1996-1998, ia dipercaya sebagai Ketua Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Jawa Timur.

Pengalaman organisasi tersebut melengkapi perjalanan profesionalnya yang kemudian banyak bersinggungan dengan kepemimpinan, pengembangan manusia, dan pendidikan.

Shodiq juga turut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan profesional bidang Islamic Banking & Finance. Ia merupakan salah satu pendiri sekaligus General Manager Islamic Banking & Finance Institute (IBFI) Universitas Trisakti.

Di tengah kesibukannya di industri perbankan, ia tetap aktif menulis dan berbagi pengetahuan. Sejumlah buku, makalah, dan artikel yang ditulisnya membahas ekonomi, perbankan, Islamic finance, serta pengembangan sumber daya manusia.

Tulisan dan pemikirannya telah dipublikasikan antara lain di The Jakarta Post, Islamic Finance News, Manage HR Magazine, HR Tech Outlook, Republika, dan Kompas.

Bagi Shodiq, perjalanan karier lintas bidang tersebut tidak terlepas dari fondasi pendidikan yang diperolehnya sejak kuliah.

“Yang saya bawa dari Matematika bukan hanya pengetahuan matematis, tetapi kebiasaan untuk berpikir terstruktur, memahami masalah, menguji asumsi, dan mencari solusi. Fondasi seperti itu bisa diterapkan di banyak bidang, termasuk perbankan dan pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Perjalanan Shodiq menunjukkan bahwa kompetensi akademik dapat berkembang melampaui batas disiplin ilmu asal. Dari bangku Matematika UNAIR, ia menapaki dunia teknik, Islamic finance, perbankan, hingga pengembangan talenta dan teknologi pembelajaran.

Lintasan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa karier profesional tidak selalu berjalan dalam garis lurus. Pendidikan, pengalaman organisasi, pembelajaran berkelanjutan, dan kemampuan beradaptasi dapat menjadi modal untuk berpindah lintas bidang tanpa kehilangan fondasi keilmuan yang telah dibangun sejak awal.(*)

Kontributor: Tommy

Editor: Abdel Rafi