Ujian Adalah Tanda Cinta Allah, Pesan Imam Masjid Al Akbar Surabaya

Imam Masjid Al-Akbar Surabaya, KH Ahmad Muzakky Alhafidz berfoto bersama jamaah Kajian Senja Al-Yasmin di Ballroom Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, Surabaya, Rabu (5/8/2026). (foto: Al-Yasmin untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Ujian hidup bukan selalu pertanda murka Tuhan. Sebaliknya, cobaan justru dapat menjadi bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya sekaligus sarana untuk meningkatkan kualitas keimanan.

Pesan itu disampaikan Imam Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, KH Ahmad Muzakky Alhafidz, dalam Kajian Senja Al-Yasmin bertema “Caring of Love for Allah” di Ballroom Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, Surabaya, Rabu (5/8/2026).

“Allah menunjukkan kasih sayang kepada hamba-Nya melalui ujian. Semakin dekat seseorang kepada Allah, semakin ia mampu menerima setiap keadaan, baik yang menyenangkan maupun yang sulit. Ujian adalah tanda cinta Allah sekaligus tanda meningkatnya keimanan,” ujar Muzakky.

Menurut dia, cinta kepada Allah merupakan puncak dari seluruh bentuk cinta. Karena itu, setiap bentuk kasih sayang kepada sesama, baik kepada orang tua, pasangan, maupun keluarga, semestinya berlandaskan kecintaan kepada Allah.

Ia mencontohkan, rumah tangga yang dibangun atas dasar cinta kepada Allah akan lebih kokoh dibandingkan hubungan yang hanya bertumpu pada ketertarikan fisik ataupun materi.

“Cinta karena fisik atau harta akan memudar. Namun, jika cinta dibangun karena Allah, hubungan akan memiliki fondasi yang lebih kuat,” katanya.

Mengutip Surah Ali Imran ayat 31, Muzakky menjelaskan bahwa wujud nyata cinta kepada Allah adalah mengikuti teladan Rasulullah SAW.

Menurut dia, meneladani sunnah Nabi bukan sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga menerapkan akhlak dan nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Selain mengikuti sunnah, ia menyebut ada dua sikap lain yang mencerminkan kecintaan kepada Allah, yakni memperbanyak amal saleh disertai doa yang penuh adab dan kerendahan hati, serta memelihara kerinduan untuk selalu dekat dengan Allah melalui ibadah.

“Orang yang mencintai Allah akan selalu rindu bertemu dengan-Nya. Kerinduan itu diwujudkan melalui shalat yang khusyuk, membaca Al-Qur’an, memperbanyak amal saleh, dan menjaga akhlak kepada sesama,” ujarnya.

Muzakky menambahkan, cinta kepada Allah akan melahirkan ketenangan batin, keteguhan iman, serta semangat untuk terus berbuat baik.

“Jika seseorang benar-benar mencintai Allah, ia akan terus memperbaiki amalnya. Orang yang dicintai Allah akan memperoleh ampunan, rahmat, dan kehidupannya dijaga dalam keimanan serta keislaman,” katanya.(*)

Kontributor: Al-Yasmin

Editor: Abdel Rafi