LDNU Jatim Sertifikasi 118 Pembimbing Haji dan Umrah

Ketua LDNU Jawa Timur, KH Syukron Djazilan dalam momen ibadah haji di tanah suci beberapa waktu lalu. (foto: dokumen pribadi)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Sebanyak 118 peserta dari sejumlah daerah di Indonesia akan mengikuti sertifikasi pembimbing haji dan umrah yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PW LDNU) Jawa Timur. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung di Batu, Jawa Timur, pada 1-7 Agustus 2026.

Ketua PW LDNU Jawa Timur KH Syukron Djazilan mengatakan bahwa jumlah pendaftar sebenarnya mencapai 133 orang. Namun, setelah melalui proses verifikasi, sebanyak 118 orang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti sertifikasi.

”Pendaftaran sudah kami tutup. Sebanyak 133 orang mendaftar, tetapi yang memenuhi persyaratan sebagai peserta sebanyak 118 orang,” kata Syukron di Surabaya, Rabu (29/7/2026).

Program sertifikasi tersebut diselenggarakan PW LDNU Jawa Timur bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur serta Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung.

Menurut Syukron, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain berpendidikan paling rendah strata satu (S-1) serta berusia minimal 25 tahun dan maksimal 65 tahun.

Peserta tidak hanya berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur. Pendaftar juga datang dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan, dan Sumatera.

”Peserta yang mendaftar bukan hanya dari Jawa Timur, tetapi juga dari Jawa Tengah, Jawa Barat, serta luar Jawa, seperti Kalimantan dan Sumatera,” ujarnya.

Syukron mengatakan, besarnya minat peserta dari berbagai daerah antara lain dipengaruhi biaya penyelenggaraan yang dinilai relatif terjangkau dibandingkan dengan sejumlah program sertifikasi sejenis.

Sertifikasi pada Agustus mendatang merupakan program pelatihan angkatan kedua yang diselenggarakan PW LDNU Jawa Timur dan perdana bagi pengurus periode 2025-2030. Adapun program sertifikasi pembimbing haji dan umrah merupakan yang pertama dilaksanakan kepengurusan LDNU Jawa Timur pada periode tersebut.

Syukron mengatakan bahwa program itu diarahkan untuk meningkatkan kompetensi pembimbing sehingga mampu mendampingi jamaah secara profesional, baik dalam pemahaman tata cara ibadah maupun dalam pelayanan selama pelaksanaan haji dan umrah.

”Tujuannya mencetak pembimbing haji dan umrah yang profesional,” katanya.

Kegiatan tersebut dijadwalkan dibuka Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Noor Shodiq Askandar yang mewakili Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz.

Syukron, didampingi Ketua Panitia Sertifikasi LDNU Jawa Timur Ali Zaenal Abidin, berharap sertifikasi tidak sekadar menjadi persyaratan administratif bagi pembimbing. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi dan profesionalisme mereka dalam memberikan pelayanan kepada jamaah.

Menurut dia, kualitas pembimbing menjadi salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah karena mereka berhadapan langsung dengan jamaah sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan ibadah.

Karena itu, melalui sertifikasi tersebut, para pembimbing diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan pendampingan yang memadai sehingga jemaah memperoleh bimbingan ibadah yang berkualitas.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi