TNI dan Warga Bangun Jembatan, Perkuat Akses Masyarakat di Perbatasan

Prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani dan warga sekitar Pos Palapasang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, nampak memikul pasak besi untuk rangka jembatan penghubung di kawasan perbatasan, Rabu (15/7/2026). (foto: Yonarmed 19/Bogani untuk Cakrawarta)

SANGGAU, CAKRAWARTA.com – Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani bersama warga membangun jembatan kayu di wilayah binaan Pos Palapasang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (15/7/2026). Jembatan itu diharapkan mempermudah mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.

Pembangunan dilakukan secara gotong royong. Prajurit dan warga bekerja bersama menyiapkan material serta mengerjakan konstruksi jembatan yang akan menjadi salah satu akses masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Keberadaan akses yang memadai menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat perbatasan. Selain menunjang mobilitas warga, jembatan tersebut diharapkan memperlancar pengangkutan dan distribusi hasil pertanian.

Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani mengatakan, tugas prajurit di wilayah perbatasan tidak hanya berkaitan dengan pengamanan wilayah dan kedaulatan negara. Personel Satgas juga berupaya membantu masyarakat mengatasi persoalan yang ditemui di sekitar wilayah penugasan.

”Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga. Kebersamaan TNI dan rakyat adalah kekuatan utama dalam menjaga wilayah perbatasan,” ujarnya.

Menurut dia, keterlibatan personel Satgas dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan kedekatan dengan warga. Hubungan yang baik dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan tugas pengamanan di kawasan perbatasan.

Warga menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Keterlibatan personel Satgas dinilai membantu mempercepat pengerjaan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.

Jembatan itu diharapkan dapat menunjang aktivitas warga sekaligus membuka akses yang lebih baik bagi pergerakan hasil pertanian. Di wilayah perbatasan, ketersediaan infrastruktur sederhana dapat berpengaruh langsung terhadap mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Gotong royong antara prajurit dan warga juga memperlihatkan peran personel pengamanan perbatasan di luar tugas pertahanan. Kehadiran mereka bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar garis batas negara.(*)

Kontributor: Bro Jhonni

Editor: Abdel Rafi