Setelah Hampir Satu Dekade, PKB Surabaya Kembali Sambangi PCNU

Ketua DPC PKB Surabaya Gus Afif saat menyampaikan sambutannya dalam kunjungannya bersama jajaran pengurus PKB Surabaya ke Kantor PCNU Surabaya, Senin (13/7/2026) malam. (foto: Zaini)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Setelah hampir satu dekade tanpa kunjungan resmi secara kelembagaan, Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kota Surabaya kembali bersilaturahmi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, Senin (13/7/2026) malam.

Pertemuan di Kantor PCNU Surabaya itu menjadi momentum untuk memperkuat kembali komunikasi kelembagaan antara PKB dan NU di Kota Surabaya. Salah satu isu yang mengemuka ialah pengawalan aspirasi warga Nahdliyin melalui kebijakan dan program pemerintah daerah.

Rombongan PKB dipimpin Ketua DPC PKB Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif. Turut hadir Ketua Dewan Syura DPC PKB Surabaya KH Mas Yusuf Muhajir beserta sejumlah anggota Dewan Syura.

Dari jajaran Dewan Tanfidz hadir Sekretaris DPC PKB Surabaya Bagus, Bendahara Laila Mufidah yang juga Wakil Ketua DPRD Surabaya, serta sejumlah pengurus lainnya.

Rombongan diterima Rais Syuriyah PCNU Surabaya KH Dzul Hilmi bersama jajaran Syuriyah, antara lain KH Abdul Baru dan Katib Syuriyah PCNU Surabaya KH Saiful Halim. Hadir pula Ketua PCNU Surabaya Masduki Toha, Wakil Ketua PCNU Surabaya HM Syukri, dan sejumlah pengurus.

Masduki mengatakan bahwa PKB bukan organisasi yang asing bagi NU. Hubungan keduanya, menurut dia, memiliki ikatan sejarah yang kuat karena PKB lahir dari lingkungan Nahdlatul Ulama.

”PKB itu bukan orang lain bagi NU. Ibaratnya konco lawas,” kata Masduki.

Menurut Masduki, berdasarkan catatan dan ingatannya, sejak 2017 belum ada lagi kunjungan resmi DPC PKB Surabaya ke Kantor PCNU Surabaya. Namun, ia berharap berbagai persoalan yang pernah mewarnai hubungan kedua lembaga tidak menjadi penghalang untuk membangun komunikasi ke depan.

”Kalau memang ada masalah kemarin, mari kita buang jauh-jauh. Ini bagian dari khidmah kepada NU,” ujarnya.

Mengawal Aspirasi Warga Nahdliyin

Masduki menjelaskan bahwa PCNU Surabaya tengah memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Upaya itu dilakukan untuk memperkuat pelayanan organisasi kepada warga Nahdliyin di tengah dinamika Kota Surabaya.

Ia menyebut, dari sekitar tiga juta penduduk Surabaya, mayoritas merupakan warga Muslim. Sebagian besar di antaranya, menurut perkiraan PCNU Surabaya, memiliki latar belakang kultural Nahdlatul Ulama.

Karena itu, PCNU berharap kader PKB yang duduk di DPRD Kota Surabaya dapat ikut menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk warga Nahdliyin, melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

”Kami punya umat, sementara teman-teman di legislatif memiliki kewenangan program dan anggaran. Semoga sinergi ini terus terjalin demi kemaslahatan masyarakat,” kata Masduki.

Gus Afif menyampaikan apresiasi atas penerimaan jajaran PCNU Surabaya. Menurut dia, kunjungan tersebut tidak semata-mata menjadi agenda formal, tetapi juga upaya membangun kembali komunikasi kelembagaan yang sempat lama tidak dilakukan.

”Memang sejak 2017 belum ada silaturahmi secara kelembagaan. Namun, hubungan antarpersonal tetap istiqamah berjalan baik. Mudah-mudahan ini menjadi awal untuk kembali berkhidmah bersama PCNU Surabaya,” ujarnya.

Gus Afif mengatakan, kedekatannya dengan NU telah terbentuk sejak muda. Ia pernah aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan GP Ansor Surabaya sebelum kemudian menjadi anggota DPRD Kota Surabaya.

”Saya besar di lingkungan NU. Jadi, kalau soal NU, insya Allah 24 karat,” katanya. Pernyataan itu disambut tawa peserta pertemuan.

Menurut Gus Afif, DPC PKB Surabaya akan membuka ruang komunikasi dengan PCNU untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Kader PKB di lembaga legislatif, kata dia, juga diharapkan dapat menjadi salah satu saluran untuk memperjuangkan aspirasi warga.

”Kalau para kiai membutuhkan sesuatu atau ada aspirasi yang perlu diperjuangkan, tidak perlu sungkan. Tinggal sampaikan kepada kami. Insya Allah, PKB siap mengawal dan memperjuangkannya,” ujar Gus Afif.

Pertemuan ditutup dengan doa dan foto bersama. Silaturahmi itu diharapkan membuka kembali komunikasi kelembagaan antara DPC PKB dan PCNU Surabaya sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mengawal kepentingan masyarakat di Kota Surabaya.(*)

Kontributor: Zaini

Editor: Abdel Rafi