Tak Hanya Bangun Gedung, Korem 081/DSJ Bangun Kembali Harapan Anak-anak Yatim di Ponorogo

Danrem 081/DSJ Kolonel Untoro Hariyanto saat meresmikan Panti Asuhan Kanzul Huda setelah selesai direnovasi prajurit TNI Korem 081/DSJ yang berlokasi di Desa Gundik, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Rabu (10/6/2026). (foto: Arwang)

PONOROGO, CAKRAWARTA.com – Bagi anak-anak penghuni Panti Asuhan Kanzul Huda di Desa Gundik, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, renovasi bangunan yang rampung pada Rabu (10/6/2026) bukan sekadar perubahan fisik. Di balik dinding yang kini kokoh dan atap yang tak lagi bocor, tersimpan harapan baru untuk menatap masa depan dengan lebih optimistis.

Selama hampir dua bulan, Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) melakukan renovasi menyeluruh terhadap panti asuhan tersebut. Bangunan yang sebelumnya mengalami berbagai kerusakan kini telah berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak yang menggantungkan kehidupan sehari-harinya di sana.

Lantai yang semula masih berupa tanah dan semen kasar kini telah dipasangi keramik. Atap-atap yang bocor diganti dengan yang baru dan dilengkapi plafon, sementara bagian dinding yang sebelumnya rapuh telah diperkuat. Berbagai fasilitas penting juga turut diperbaiki untuk menunjang aktivitas para penghuni panti.

Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan, renovasi tersebut merupakan wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.

“Renovasi yang kami lakukan meliputi kamar tidur anak-anak, teras, dapur, dan kamar mandi. Kami ingin mereka memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman,” kata Untoro usai menyerahkan hasil renovasi secara simbolis kepada pimpinan Panti Asuhan Kanzul Huda, Jalaludin.

Menurut Untoro, kehadiran panti asuhan memiliki peran penting dalam membina generasi muda yang menghadapi berbagai keterbatasan hidup. Karena itu, upaya menghadirkan lingkungan yang aman dan mendukung menjadi bagian dari investasi sosial untuk masa depan bangsa.

Ia menegaskan, renovasi yang dilakukan tidak hanya bertujuan memperbaiki bangunan, tetapi juga menumbuhkan kembali semangat dan optimisme anak-anak penghuni panti.

“Kami sangat berharap apa yang telah dilakukan ini dapat memberikan semangat baru dan membuka harapan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang tinggal di sini,” ujarnya.

Bagi Untoro, anak-anak yatim dan anak-anak yang diasuh di panti merupakan aset bangsa yang harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita. Oleh sebab itu, kepedulian terhadap mereka menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pengelola panti, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Rasa syukur disampaikan Jalaludin atas perhatian dan bantuan yang diberikan Korem 081/DSJ. Ia mengaku, sebelum direnovasi, kondisi bangunan panti cukup memprihatinkan dan beberapa bagian sudah tidak lagi nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI, khususnya Korem 081/DSJ. Renovasi ini sangat berarti bagi kami karena memberikan kenyamanan yang jauh lebih baik bagi anak-anak,” katanya.

Menurut Jalaludin, perubahan yang terjadi bukan hanya membuat lingkungan panti menjadi lebih layak, tetapi juga menghadirkan suasana baru yang mampu membangkitkan semangat anak-anak dalam belajar dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Kini, bangunan yang berdiri lebih kokoh itu menjadi simbol kepedulian sekaligus harapan. Di tempat yang sama, anak-anak Kanzul Huda dapat kembali menata mimpi-mimpi mereka dengan rasa aman dan nyaman.

Renovasi yang dilakukan Korem 081/DSJ pun menjadi bukti bahwa membantu sesama tidak selalu diwujudkan melalui bantuan materi semata. Terkadang, membangun kembali sebuah rumah berarti juga membangun kembali keyakinan, semangat, dan harapan mereka yang tinggal di dalamnya. Di Panti Asuhan Kanzul Huda, harapan itu kini tumbuh bersama dinding-dinding baru yang berdiri lebih kuat untuk menyongsong masa depan.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi