
BONDOWOSO, CAKRAWARTA.com – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau progres pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) serta Jembatan Perintis Garuda di Kabupaten Bondowoso, Selasa (2/6/2026). Dua proyek tersebut dinilai tidak hanya memperkuat ketahanan wilayah, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan.
Peninjauan pertama dilakukan di lokasi pembangunan Yonif TP yang berada di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso. Dalam kunjungan itu, Pangdam didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur TNI-Polri, Perhutani, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat setempat.
Komandan Kodim 0822/Bondowoso Letkol Inf Prawito memaparkan perkembangan pembangunan, mulai dari siteplan hingga kesiapan lahan yang akan menjadi markas satuan baru tersebut.
Rudy Saladin menjelaskan, pembangunan Yonif TP di Bondowoso merupakan bagian dari program nasional pembangunan 17 Yonif Teritorial Pembangunan tahap IV. Dari jumlah tersebut, sembilan lokasi berada di wilayah Jawa Timur.
Menurut dia, keberadaan Yonif TP tidak hanya berfungsi sebagai satuan pertahanan, tetapi juga diharapkan memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Personel yang disiapkan sekitar 600 prajurit. Kehadiran mereka nantinya akan mendorong perputaran ekonomi masyarakat, menghidupkan UMKM, sekaligus membuka peluang kerja baru bagi warga sekitar,” kata Rudy.
Ia menambahkan, lokasi yang dipilih memiliki nilai strategis karena berada di kawasan yang berpotensi berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi baru. Karena itu, pembangunan fasilitas utama seperti barak, instalasi air bersih, dapur, dan hunian personel perlu dipercepat agar dapat segera difungsikan.
Pangdam juga meminta seluruh pihak yang terlibat mengoptimalkan sumber daya yang tersedia agar target penyelesaian pembangunan dapat tercapai sesuai jadwal.
Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Bondowoso Misbahul Munir menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Yonif TP yang berdiri di kawasan petak 28 dan 29i dengan luas sekitar 50 hektare. Menurut dia, percepatan penyelesaian administrasi, termasuk mekanisme Pinjam Pakai Kawasan Hutan (PPKH), menjadi salah satu faktor penting untuk menjamin kelancaran proyek tersebut.

Selain meninjau pembangunan, Pangdam menyerahkan bantuan sosial kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi dan menyaksikan testimoni masyarakat yang mendukung kehadiran Yonif TP di Bondowoso.
Dari Sumberwringin, rombongan melanjutkan kunjungan ke lokasi pembangunan Jembatan Perintis Garuda bertajuk “Negara Hadir untuk Rakyat”. Jembatan ini menghubungkan Desa Gadingsari, Kecamatan Pakem, Bondowoso, dengan Desa Sumberargo, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo.
Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih cepat dan aman bagi masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi antara dua kabupaten yang selama ini terkendala kondisi geografis.
Di lokasi itu, Pangdam kembali menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat dan menerima paparan mengenai perkembangan pembangunan jembatan yang menjadi salah satu proyek strategis di kawasan tapal kuda Jawa Timur.
Rudy menegaskan, pembangunan satuan teritorial dan infrastruktur penghubung merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Darat mendukung pembangunan wilayah secara berkelanjutan.
“Kehadiran TNI tidak hanya untuk menjaga pertahanan negara, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan Yonif TP dan Jembatan Perintis Garuda diharapkan menjadi pengungkit baru bagi pertumbuhan kawasan, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan wilayah.(*)
Kontributor: Bambang
Editor: Abdel Rafi








