Malaysia Pecahkan Rekor Pariwisata Asia Tenggara, 10,6 Juta Wisatawan Datang Hanya dalam Tiga Bulan

Salah satu sudut di Kawasan Bukit Bintang, titik destinasi utama wisata di Malaysia. (foto: Tommy/Cakrawarta)

KUALA LUMPUR, CAKRAWARTA.com –Malaysia mencatat tonggak baru dalam sektor pariwisata dengan menerima lebih dari 10,6 juta wisatawan internasional sepanjang Januari hingga Maret 2026. Angka itu menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah untuk periode triwulan pertama sekaligus menandai dua tahun berturut-turut Malaysia mampu menembus angka 10 juta kunjungan hanya dalam tiga bulan awal tahun.

Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia menyebutkan, jumlah wisatawan asing yang datang pada triwulan pertama 2026 mencapai 10.647.200 orang. Jumlah tersebut meningkat 5,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pasar Seni atau Central Market di Kualalumpur yang menjadi salah satu destinasi kunjungan turis asing di Malaysia. (foto: Tommy/Cakrawarta)

Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia Datuk Seri Tiong King Sing mengatakan capaian tersebut melampaui rekor sebelumnya pada 2025 yang berada di angka 10.102.972 kunjungan.

“Ini menjadi pencapaian yang sangat penting bagi sektor pariwisata nasional dan menunjukkan kepercayaan wisatawan internasional terhadap Malaysia terus meningkat,” ujar Tiong dalam keterangan resminya, Jumat (15/5/2026).

Capaian itu juga dinilai semakin signifikan karena sebelum pandemi Covid-19, Malaysia belum pernah menembus angka 10 juta wisatawan pada triwulan pertama. Pada periode yang sama tahun 2019, jumlah kunjungan internasional tercatat sebesar 9.011.670 wisatawan.

Lonjakan tersebut memperlihatkan bagaimana sektor pariwisata Malaysia pulih lebih cepat dibandingkan banyak negara lain di kawasan Asia Tenggara. Selain faktor konektivitas penerbangan dan kemudahan visa, stabilitas ekonomi dan agresivitas promosi wisata disebut menjadi pendorong utama meningkatnya arus wisatawan.

Dalam dua tahun terakhir, Malaysia juga semakin aktif membangun citra sebagai destinasi wisata keluarga, belanja, kesehatan, dan wisata halal yang ramah bagi turis Asia maupun Timur Tengah.

Twin Towers atau Menara Kembar di pusat kota Kualalumpur, satu satu ikon pariwisata Malaysia. (foto: dokumen pribadi)

Tren kenaikan wisatawan itu diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang 2026 seiring meningkatnya mobilitas global dan agenda besar promosi “Visit Malaysia Year” yang mulai digencarkan pemerintah setempat.

Menurut turis asal Indonesia, Laura N Y, salah satu alasan mengunjungi Malaysia adalah selain faktor jarak yang dekat juga destinasi wisatanya lengkap.

“Di Malaysia, jarak dari Indonesia seperti saya dari Surabaya ga terlalu jauh. Selain itu, pilihan pariwisata mereka lengkap dan variatif,” ujar Laura saat dihubungi media ini, Jumat siang.

Bagi Malaysia, capaian ini bukan sekadar statistik pariwisata. Rekor 10,6 juta wisatawan pada awal tahun menjadi penanda baru bahwa negeri jiran tersebut sedang menegaskan diri sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri wisata paling agresif di kawasan Asia.(*)

Kontributor: Tommy

Editor: Abdel Rafi