
SORONG, CAKRAWARTA.com – Peringatan Hari Kartini di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (21/4/2026), menjadi momentum memperkuat komitmen terhadap pemberdayaan dan kesetaraan perempuan. Unsur pemerintah daerah, organisasi perempuan, hingga TNI Angkatan Laut hadir dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di dua lokasi berbeda.
Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut XIV (Kodaeral XIV) Laksamana Muda TNI Djatmoko, yang diwakili Komandan Denma Kodaeral XIV Kolonel Marinir Erwin Triyulianto, menghadiri peringatan yang diselenggarakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Sorong di Gedung L Jitmau.
Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim dalam sambutannya menegaskan, Hari Kartini tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum ini, menurut dia, perlu dimaknai sebagai refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan akses pendidikan dan kesetaraan gender.
“Semangat Kartini harus terus dihidupkan dalam kebijakan dan tindakan nyata,” ujarnya.
Pemerintah Kota Sorong, lanjut Anshar, berkomitmen meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui berbagai program pemberdayaan, pelatihan keterampilan, serta penguatan perlindungan terhadap perempuan. Ia juga mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang inklusif dan bebas dari diskriminasi maupun kekerasan.
Secara terpisah, peringatan Hari Kartini tingkat Provinsi Papua Barat Daya digelar di Hotel Vega, dipimpin Gubernur Elisa Kambu. Kegiatan ini turut dihadiri unsur Jalasenastri Kodaeral XIV serta berbagai organisasi perempuan di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar mengenang sosok Raden Ajeng Kartini, tetapi juga menjadi ajang refleksi untuk melanjutkan perjuangan mewujudkan kesetaraan dan keadilan di berbagai bidang.
“Perempuan harus diberi ruang dan kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi,” katanya.
Rangkaian acara berlangsung khidmat dengan nuansa budaya yang kental. Para tamu undangan mengenakan kebaya sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan Kartini, sekaligus penegasan bahwa nilai-nilai emansipasi tetap relevan dalam kehidupan masyarakat masa kini.(*)
Kontributor: Jacob Sumampouw
Editor: Abdel Rafi


