
TRENGGALEK, CAKRAWARTA.com – Semangat gotong royong mengemuka di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Menyambut pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, sejumlah warga dengan sukarela menghibahkan sebagian tanahnya demi peningkatan jalan desa sepanjang 777 meter.
Langkah ini mencerminkan kuatnya kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya akses infrastruktur bagi mobilitas dan kesejahteraan. Jalan yang akan dibangun diharapkan menjadi penghubung vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial warga setempat.
Komandan Korem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, mengapresiasi partisipasi warga tersebut. Saat meninjau pelaksanaan pra-TMMD di lokasi rabat jalan, Senin (6/4/2026), ia menegaskan pentingnya dukungan administratif agar proses hibah berjalan tertib dan sesuai aturan.
Ia juga meminta pemerintah desa untuk membantu pengurusan dokumen, termasuk sertifikat tanah bagi warga yang menghibahkan lahannya namun belum memiliki kelengkapan administrasi.
“Pemerintah desa kami harapkan dapat memfasilitasi proses ini, sehingga seluruh tahapan berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujar Untoro.
Menurut dia, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan TMMD, terutama dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dasar.
Selain pembangunan jalan, program TMMD ke-128 di Sukorejo juga menyasar perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Sebanyak sembilan unit rumah menjadi target renovasi, dengan delapan di antaranya dibangun ulang karena kondisinya dinilai tidak layak.
Bahkan, tiga rumah warga yang sebelumnya belum memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) akan dilengkapi dalam program tersebut. Upaya ini dinilai tidak hanya memperbaiki kondisi fisik hunian, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Untoro menyebut capaian tersebut sebagai bentuk peningkatan kinerja program di lapangan. Ia berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan terus menguat agar pelaksanaan TMMD berjalan optimal.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa hasil pembangunan tidak semata berupa infrastruktur fisik, melainkan juga harus berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa secara berkelanjutan.(*)
Kontributor: Arwang
Editor: Abdel Rafi



