
PONOROGO, CAKRAWARTA.com – Penantian panjang warga Desa Bungkal, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, untuk memiliki akses penyeberangan yang layak akhirnya menemukan titik terang. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda mulai direalisasikan, membuka harapan baru bagi mobilitas dan keselamatan warga.
Selama puluhan tahun, masyarakat setempat harus menghadapi keterbatasan akses. Ketiadaan jembatan memaksa warga menyeberangi sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat sekolah, bekerja, hingga mengakses layanan kesehatan.
“Kalau airnya dangkal masih bisa dilewati, tapi tetap sulit karena licin. Kadang ada yang jatuh. Anak-anak sekolah juga sering pulang lagi karena bajunya basah atau kotor,” ujar Hariyanto, warga Bungkal, Senin (30/3/2026).
Situasi menjadi lebih berisiko saat debit air meningkat. Arus deras membuat penyeberangan tidak lagi aman, sehingga warga terpaksa mengambil jalur alternatif yang memutar hingga beberapa kilometer melalui desa lain.
Komandan Kodim (Dandim) 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra menjelaskan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan program yang digagas pemerintah pusat dan dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat.
Program tersebut, menurut dia, berangkat dari keprihatinan terhadap masih terbatasnya akses infrastruktur di sejumlah daerah, terutama yang berdampak langsung pada aktivitas pendidikan anak-anak.
“Ini merupakan arahan langsung Presiden saat peringatan Hari Pendidikan Nasional, setelah melihat kondisi anak-anak yang harus menyeberangi sungai tanpa jembatan. Dari situ diperintahkan untuk segera dibangun, dan TNI AD merespons dengan cepat,” ujarnya.
Penentuan lokasi pembangunan, lanjut Farauk, didasarkan pada tingkat urgensi kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang belum memiliki jembatan dan menjadi jalur vital aktivitas warga.
“Prioritasnya adalah daerah yang digunakan banyak orang, seperti akses anak sekolah, petani ke sawah, dan kebutuhan masyarakat lainnya,” katanya.
Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menyebutkan, pembangunan di Bungkal merupakan bagian dari program Jembatan Perintis Garuda Tahap III.
“Pada tahap ini, ada 16 jembatan yang dibangun di wilayah Korem 081/DSJ, sepuluh di antaranya berupa jembatan beton,” ujarnya saat peletakan batu pertama.
Ia menargetkan seluruh proyek dapat rampung dalam waktu sekitar dua bulan agar segera dimanfaatkan masyarakat.
Jembatan sepanjang 26 meter tersebut akan menghubungkan Desa Bungkal dan Desa Belang. Infrastruktur ini diperkirakan akan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 200 kepala keluarga.
Keberadaan jembatan diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian serta meningkatkan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.
“Jika akses semakin baik, aktivitas warga akan lebih mudah dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan,” kata Untoro.
Dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda, warga Bungkal kini tak lagi harus mempertaruhkan keselamatan setiap kali menyeberangi sungai. Sebuah perubahan yang selama ini mereka nantikan.(*)
Kontributor: Arwang
Editor: Abdel Rafi



