
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Kabar menggembirakan datang dari selebgram sekaligus figur publik Muslim asal Korea Selatan, Ayana Moon. Ia mengumumkan diterima melanjutkan studi magister di University of Oxford dengan beasiswa penuh.
Kabar tersebut pertama kali dibagikan Ayana melalui akun Instagram pribadinya @xolovelyayana. Dalam unggahannya, ia mengungkapkan rasa syukur setelah resmi diterima untuk melanjutkan pendidikan di salah satu universitas paling prestisius di dunia.
“Got into @oxford_uni for my second degree, Alhamdulillah,” tulis Ayana dalam unggahan Instagramnya, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa keputusan melanjutkan studi merupakan hasil pertimbangan panjang setelah menjalani berbagai aktivitas profesional selama beberapa tahun terakhir. “Saya sudah lama berlari tanpa henti dan mempertimbangkan berbagai pilihan. Setelah banyak pertimbangan, saya memutuskan memulai babak baru di Oxford,” tulisnya.
Dalam unggahan tersebut, Ayana juga menegaskan motivasinya untuk terus menempuh pendidikan tinggi sekaligus memperkuat representasi pemimpin Muslim di tingkat global. “For more A’s and more Muslim leaders. InsyaAllah,” tulisnya.
Beasiswa Penuh untuk Program Kebijakan Publik
Informasi lebih lanjut mengenai pencapaian Ayana disampaikan oleh jurnalis dan mantan pembawa acara Wahyu Muryadi, yang sebelumnya pernah mewawancarainya dalam program eTalkshow di tvOne.
Menurut Wahyu, Ayana secara langsung mengabarkan kabar tersebut kepadanya. “Om, saya got into Oxford with full-funding scholarship,” kata Ayana kepada Wahyu.
Wahyu menjelaskan bahwa Ayana diterima dalam program Master of Public Policy (MPP) di Oxford dengan dukungan beasiswa penuh.
“Oh, FYI ini Ayana Moon, selebgram Korea yang mualaf dan pernah viral jadi tamu saya di ETalkshow TVOne. Barusan dapat beasiswa magister (Master of Public Policy) di Oxford, UK,” ujar Wahyu kepada media ini, Kamis (12/3/2026) malam.
Figur Muslim Global
Ayana Moon dikenal luas di media sosial sebagai influencer Muslim yang aktif membagikan perjalanan spiritualnya setelah memeluk Islam. Ia memiliki pengikut dari berbagai negara dan sering menyuarakan isu identitas Muslim, toleransi, hingga kehidupan spiritual generasi muda.
Perjalanannya sebagai mualaf dari Korea Selatan sempat menjadi perhatian global, terutama setelah berbagai kontennya viral di media sosial.
Dengan diterimanya Ayana di Oxford, banyak penggemar melihat langkah tersebut sebagai babak baru dalam perjalanan intelektual dan kepemimpinannya di tingkat internasional.
Bagi Ayana, pendidikan di Oxford bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan juga bagian dari misi yang lebih besar. “Untuk lebih banyak prestasi dan lebih banyak pemimpin Muslim,” tulisnya menutup unggahan tersebut.
Langkah baru Ayana di Oxford pun kini dinantikan oleh para penggemarnya di seluruh dunia.(*)
Kontributor: Rika
Editor: Rafel



