Tuesday, March 10, 2026
spot_img
HomeEkonomikaDaerahGubernur Khofifah Siap Usulkan KEK Tembakau Madura ke Pemerintah Pusat

Gubernur Khofifah Siap Usulkan KEK Tembakau Madura ke Pemerintah Pusat

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Gubernur Emil Dardak menerima penyerahan Naskah Akademik pembentukan KEK Tembakau Madura di Kantor pengusaha ternama Madura Haji Jet di Pamekasan, Madura, Minggu (8/3/2026) malam. (foto: Gus Lilur untuk Cakrawarta)

PAMEKASAN, CAKRAWARTA.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapannya menjadi pengusul resmi pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura kepada pemerintah pusat. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan ekonomi kawasan sekaligus meningkatkan nilai tambah industri tembakau bagi masyarakat Madura.

Komitmen tersebut disampaikan Khofifah saat menerima Surat Bersama Bupati se-Madura serta Naskah Akademik KEK Tembakau Madura di sela rangkaian kegiatan Haul Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan, Minggu (8/3/2026) malam.

Menurut Khofifah, Madura memiliki potensi ekonomi yang besar, khususnya pada sektor tembakau. Karena itu, pemerintah provinsi siap mengambil peran aktif untuk memperjuangkan usulan kawasan ekonomi khusus tersebut hingga tuntas.

“Saya memahami mengapa ada keinginan menghadirkan KEK di Madura. Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap menjadi pengusul dan memperjuangkan prosesnya sampai selesai,” ujar Khofifah.

Ia menilai pengembangan KEK Tembakau Madura sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendorong pembangunan yang lebih merata.

“Ini bagian dari komitmen agar pembangunan berjalan inklusif. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dari proses pembangunan,” kata Khofifah.

Sebagai tindak lanjut awal, Khofifah menugaskan Wakil Gubernur Jawa Timur untuk melakukan kajian lebih mendalam serta menyiapkan aspek teknokratis dan administratif yang dibutuhkan dalam proses pengusulan KEK kepada pemerintah pusat.

“Saya meminta Pak Wakil Gubernur menyiapkan kajian lebih lanjut dan memastikan seluruh persyaratan pengusulan KEK dapat dipenuhi sesuai ketentuan,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, pembentukan KEK tidak hanya bertujuan memperkuat ekonomi kawasan, tetapi juga menjadi instrumen untuk mentransformasikan struktur ekonomi Madura agar lebih berdaya saing.

Menurut dia, keberadaan KEK dapat memperkuat hilirisasi tembakau dan industri turunannya sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya petani tembakau.

Senada dengan Khofifah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan siap menindaklanjuti arahan gubernur melalui kajian lanjutan.

Menurut Emil, usulan KEK Tembakau Madura memiliki dasar yang cukup kuat karena didukung oleh naskah akademik serta dukungan politik dari para bupati di wilayah Madura.

“Kami akan menindaklanjuti arahan Ibu Gubernur dengan melakukan kajian lebih mendalam agar seluruh aspek yang diperlukan dalam pengusulan KEK dapat disiapkan secara matang,” ujarnya.

Ia menilai konsep KEK dapat menjadi instrumen strategis untuk membangun ekosistem ekonomi kawasan yang lebih kuat sekaligus memberikan perlindungan terhadap ekonomi masyarakat lokal.

“Konsep KEK tidak hanya berbicara tentang investasi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang memberi nilai tambah bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal,” kata Emil.

Dalam pertemuan tersebut hadir pula Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong pembangunan kawasan.

Menurut Rudy, pembangunan ekonomi daerah membutuhkan stabilitas serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.

“Jika seluruh unsur bergerak bersama, program-program strategis seperti pengembangan kawasan ekonomi khusus akan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penyusun Naskah Akademik KEK Tembakau Madura dari Komunitas Muda Madura (KAMURA), Subairi Muzakki, menjelaskan bahwa penyerahan dokumen tersebut merupakan hasil konsolidasi para kepala daerah di Madura sekaligus aspirasi masyarakat setempat.

Menurut dia, selama ini Madura menjadi salah satu sentra utama produksi tembakau nasional, tetapi nilai tambah industri tembakau sebagian besar masih dinikmati di luar Madura.

“Melalui KEK Tembakau Madura, kami berharap terbentuk ekosistem industri yang lebih terintegrasi sehingga petani dan pelaku usaha lokal dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Subairi menilai dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi momentum penting bagi upaya mempercepat pembangunan ekonomi kawasan Madura.(*)

Editor: Tommy dan Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular