
BINJAI, CAKRAWARTA.com – Mediasi konflik antara pengurus Klenteng Thai Seng Hut Co dan warga Lingkungan III, Kelurahan Bandar Sinembah, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, akhirnya mencapai kesepakatan. Pertemuan yang digelar di Kantor Kelurahan Bandar Sinembah, Rabu (4/3/2026), berlangsung alot sebelum kedua pihak sepakat menjaga kerukunan.
Mediasi dihadiri Ketua Pengurus Klenteng Elton Hotman bersama perwakilan warga. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), antara lain Camat Binjai Barat Romi Surya Dharma, Kapolsek Binjai Barat AKP Sulthony, Danramil, perwakilan Kesbangpol, Satpol PP, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta Kementerian Agama.
Pertemuan dibuka Camat Binjai Barat. Dalam forum itu, masing-masing pihak menyampaikan keberatan dan pandangan mereka. Pengurus klenteng meminta agar tidak ada tudingan atau isu yang dinilai memperkeruh suasana, termasuk terkait penggunaan musik dan petasan saat kegiatan keagamaan.
Di sisi lain, warga yang sebelumnya sempat memprotes aktivitas di rumah ibadah tersebut meminta agar penggunaan petasan berukuran besar ditiadakan karena dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan.
Kapolsek Binjai Barat dalam arahannya menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara pengurus klenteng dan warga sekitar. Ia mengingatkan bahwa klenteng tersebut merupakan salah satu tempat ibadah umat Tionghoa yang telah lama berdiri di wilayah itu dan perlu dijaga keberlanjutannya.
Kapolsek juga menyarankan agar setiap rencana penggunaan petasan atau kembang api ke depan dikoordinasikan dan diajukan izinnya kepada kepolisian setidaknya tiga hari sebelum pelaksanaan kegiatan.
Setelah melalui perdebatan panjang, kedua pihak akhirnya menyepakati sejumlah poin. Penggunaan petasan akan dibatasi, baik dari sisi volume maupun waktu penyalaan. Selain itu, disepakati pula bahwa pesta kembang api hanya akan dilaksanakan maksimal tiga kali dalam setahun dengan pemberitahuan dan perizinan sesuai ketentuan.
Kesepakatan tersebut disaksikan unsur muspika dan tokoh masyarakat setempat. Warga Lingkungan III dan pengurus klenteng menyatakan komitmen untuk menjaga toleransi serta kerukunan antarumat beragama di Kelurahan Bandar Sinembah.
Ketua Pengurus Klenteng Elton Hotman menyatakan, penyelesaian secara dialog menjadi langkah penting agar rumah ibadah tetap dapat berfungsi sebagaimana mestinya tanpa memicu perpecahan.
“Kesepakatan yang adil dan transparan menjadi kunci agar klenteng tetap menjadi tempat ibadah yang nyaman, sekaligus menjaga hubungan baik dengan warga sekitar,” ujarnya.(*)
Kontributor: Rizky Z
Editor: Abdel Rafi



