
TRENGGALEK, CAKRAWARTA.com – Jembatan gantung sepanjang 38 meter yang membentang di atas Sungai Pacar, Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kini resmi dapat digunakan. Infrastruktur yang telah lama dinantikan warga ini membuka akses penting bagi masyarakat di tiga desa, yakni Prigi, Margo, dan Karanggandu.
Jembatan tersebut mempersingkat waktu tempuh warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah, berdagang, hingga mengakses layanan kesehatan dan pemerintahan. Sebelumnya, warga harus memutar cukup jauh untuk mencapai wilayah seberang sungai.
Sugeng Rianto, warga Desa Prigi, mengatakan kehadiran jembatan tersebut sangat membantu mobilitas masyarakat. “Kami sangat bersyukur karena jembatan ini mempermudah akses antarwilayah. Dulu kami harus memutar jauh, sekarang lebih cepat dan efisien,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (20/2/2026).
Kehadiran jembatan ini juga membawa dampak langsung bagi pelajar. Anak-anak kini dapat menyeberang dengan lebih aman dan cepat menuju sekolah. Aura, siswi SMKN 1 Watulimo, mengaku perjalanan ke sekolah menjadi lebih mudah sejak jembatan itu dibangun.
“Sekarang kami bisa pergi ke sekolah lebih cepat dan aman. Kami berterima kasih karena jembatan ini sangat membantu,” kata Aura.
Komandan Kodim 0806/Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro mengatakan jembatan gantung tersebut merupakan jalur vital yang selama ini dibutuhkan masyarakat. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.
“Jembatan ini sangat penting karena mempermudah akses warga menuju pasar, sekolah, dan fasilitas umum lainnya,” ujar Roy.
Sementara itu, Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Arm Untoro Hariyanto menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung di Desa Prigi merupakan bagian dari program pembangunan jembatan perintis di sejumlah wilayah.
Menurut Untoro, selain di Trenggalek, pembangunan jembatan serupa juga dilakukan di Ponorogo, Blitar, Ngawi, dan Nganjuk, masing-masing satu titik, serta dua titik di Pacitan.
Ia berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan warga.
“Ketika akses semakin baik, mobilitas masyarakat akan meningkat. Ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut,” kata Untoro.(*)
Kontributor: Arwang
Editor: Abdel Rafi



