
JOMBANG, CAKRAWARTA.com – Suasana pengajian umum dan jam’iyah Shalawat Seribu Rebana (Serban) di Pondok Pesantren Falahul Muhibbin, Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (31/1/2026) malam, berlangsung khidmat sekaligus semarak. Ribuan jamaah larut dalam lantunan shalawat, diselingi gelak tawa dari duet pelawak Cak Ukil dan Cak Tawar yang menghibur di sela acara.
Pengajian yang dirangkai dengan haul KH Dhuhah Tolhah itu digelar hingga Minggu (1/2/2026) dini hari. Meski berlangsung lama, jamaah tetap tertib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga usai.
Pondok Pesantren Falahul Muhibbin diasuh oleh KH Nur Hadi atau yang akrab disapa Mbah Bolong, Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang. Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan beserta jajaran, para kiai, habaib, serta pengurus NU setempat.
Selain pembacaan shalawat, acara juga diisi dengan kegiatan sosial. Kapolres Jombang bersama jajaran menyerahkan santunan kepada anak yatim, menambah kekhidmatan suasana malam haul.
Mewakili keluarga, KH Hamdi Sholeh menjelaskan silsilah singkat KH Dhuhah Tolhah. Ia menyebutkan bahwa KH Dhuhah merupakan cucu KH Murtadho, yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya. “Beliau termasuk tokoh yang merintis pengajian awal di Desa Watugaluh,” ujar Hamdi, yang juga Ketua MWCNU Diwek.
Pengasuh Pondok Pesantren Falahul Muhibbin, KH Nur Hadi, berharap kegiatan tersebut membawa berkah, terlebih bertepatan dengan peringatan satu abad Nahdlatul Ulama. “Semoga para kiai selalu sehat dan NU semakin membawa kemaslahatan bagi umat,” tuturnya.
Puncak acara diisi mauidhoh hasanah oleh KH Imam Muhajir dari Mojokerto. Dalam ceramahnya, ia menekankan keutamaan bulan Rajab dan Sya’ban. “Ini bulan-bulan istimewa. Jangan lupa memperbanyak puasa sunnah dan shalawat,” pesannya.
KH Imam Muhajir juga menguraikan sejarah perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, yang menurutnya ditegaskan melalui Surah Al-Ahzab ayat 56 dan diturunkan pada bulan Sya’ban.
Suasana semakin hangat ketika Cak Ukil, pelawak asal Jombang, berduet dengan Cak Tawar, pelawak senior dari Sidoarjo. Didampingi KH Nur Hadi, keduanya mengisi sesi jeda dengan humor khas pesantren yang mengundang tawa jamaah tanpa mengurangi kekhusyukan acara.(*)
Kontributor: Hari Prasetia
Editor: Abdel Rafi



