Sunday, January 11, 2026
spot_img
HomePolitikaDaerahBelum Pegang SK, PCNU Probolinggo Tetap Bergerak, PWNU Jatim Angkat Topi

Belum Pegang SK, PCNU Probolinggo Tetap Bergerak, PWNU Jatim Angkat Topi

Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz (berdiri di podium) saat memberikan sambutannya dalam momen peringatan Hari Lahir Satu Abad NU (1926-2026) yang digelar di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo, Sabtu (10/1/2026). (foto: PWNU Jatim for Cakrawarta)

PROBOLINGGO, CAKRAWARTA.com – Meski belum mengantongi surat keputusan (SK) kepengurusan dari Pengurus Besar , Pengurus Cabang tetap menjalankan roda organisasi dan berbagai kegiatan khidmat. Sikap itu mendapat apresiasi dari Pengurus Wilayah.

Ketua PWNU Jawa Timur menegaskan bahwa khidmat dan pengabdian merupakan inti gerakan NU yang tidak boleh terhenti oleh persoalan administratif.

“PCNU Kabupaten Probolinggo memang belum menerima SK PBNU, tetapi khidmat kepada NU jauh lebih penting. Kehadiran kami di sini adalah bentuk dukungan. Soal SK akan kita upayakan bersama,” ujar KH Abdul Hakim Mahfudz saat memberikan sambutan di Probolinggo, Sabtu (10/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Lahir Satu Abad NU (1926-2026) yang digelar PCNU Kabupaten Probolinggo. Kegiatan itu dihadiri jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Timur serta pengurus PCNU dan Majelis Wakil Cabang NU se-Kabupaten Probolinggo.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Kikin itu, peringatan satu abad NU bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang silaturahmi yang memperkuat ikatan batin warga nahdliyin.

“Silaturahmi adalah teladan Rasulullah. Ia menyambungkan rasa dan hati. Dari situlah tumbuh kekuatan persatuan,” katanya.

Ia juga mengingatkan pesan pendiri NU, yang menekankan keikhlasan dan totalitas dalam berkhidmat. Dalam Qanun Asasi, Hasyim Asy’ari mengajak warga NU masuk organisasi dengan cinta, kasih sayang, serta kehadiran lahir dan batin.

Secara historis, Gus Kikin menuturkan bahwa NU lahir pada 1926 di tengah dinamika masuknya berbagai aliran pemikiran ke Indonesia. Kehadiran Qanun Asasi menjadi ikhtiar menyatukan perbedaan dalam bingkai persatuan umat dan kebangsaan.

PWNU Jawa Timur, lanjut dia, juga tengah menyiapkan puncak peringatan Satu Abad NU melalui Mujahadah Kubro yang akan digelar di Malang pada 8 Februari 2026. Kegiatan itu akan didahului rangkaian agenda yang melibatkan badan otonom dan lembaga NU.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Teguh Mahameru Zainul Hasan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Konferensi Cabang ke-10 yang berlangsung lancar tanpa konflik.

“Ini menjadi modal penting untuk melanjutkan program dan menjaga persatuan. Dalam waktu dekat kami akan menggelar musyawarah kerja cabang untuk menyinergikan seluruh komponen,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KHA Khoir Zad Maddah. Ia menilai PCNU Kabupaten Probolinggo telah menangkap pesan para sepuh NU untuk tetap bergerak dan berkhidmat, meski menghadapi keterbatasan administratif.

“Tanpa SK, khidmat tetap berjalan. Yang terpenting adalah menata niat dan mencari keberkahan,” katanya, seraya mengisahkan keteladanan para sahabat Nabi dalam memuliakan nilai keberkahan.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Tommy dan Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular