Sunday, January 11, 2026
spot_img
HomePendidikanPW LP Ma’arif NU Jatim Perkuat Vokasi Lewat LSP dan BKK

PW LP Ma’arif NU Jatim Perkuat Vokasi Lewat LSP dan BKK

Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur Masdar Hilmy saat memberikan sambutannya dalam momen pelantikan dan rapat kerja pengurus Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Bursa Kerja Khusus (BKK), di Aula KH Hasyim Asy’ari di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Sabtu (10/1/2026). (foto: Ahmad Zaini I)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan (PW LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Timur memperkuat ekosistem pendidikan vokasi melalui pelantikan dan rapat kerja pengurus Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Bursa Kerja Khusus (BKK), hari ini, Sabtu (10/1/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula KH M Hasyim Asy’ari, Kantor PWNU Jatim , Surabaya, ini diarahkan untuk memperluas penyerapan lulusan SMK Ma’arif NU ke dunia kerja.

Pelantikan dihadiri jajaran pengurus PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, pengurus LSP dan BKK, serta perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Ma’arif NU dan SMK berbasis pesantren se-Jawa Timur. Agenda tersebut tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi ruang konsolidasi untuk menyatukan arah penguatan mutu lulusan pendidikan kejuruan.

Ketua LSP PW LP Ma’arif NU Jawa Timur Faris Muslihul Amin mengatakan, lembaga sertifikasi memiliki peran strategis dalam memastikan kompetensi lulusan diakui secara profesional. Sepanjang periode sebelumnya, LSP telah melaksanakan berbagai program, antara lain Recognition of Current Competency (RCC), pelatihan asesor baru, serta uji kompetensi keahlian di 13 SMK dengan melibatkan 1.464 peserta.

“Capaian ini menjadi modal untuk memperluas layanan sertifikasi dan menjangkau lebih banyak satuan pendidikan ke depan,” ujar Faris.

Sementara itu, Ketua BKK PW LP Ma’arif NU Jawa Timur Achmad Teguh Wibowo menegaskan peran BKK sebagai penghubung antara lulusan SMK dan dunia kerja. Salah satu inisiatif yang dikembangkan adalah Golden Ticket Interview, yakni fasilitasi akses wawancara kerja bagi lulusan terpilih.

“Sinergi BKK dan LSP penting agar alumni yang telah tersertifikasi dapat tersalurkan ke dunia kerja secara tepat dan berkelanjutan,” katanya.

Momen pelantikan pengurus Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Bursa Kerja Khusus (BKK), di Aula KH Hasyim Asy’ari di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Sabtu (10/1/2026). (foto: Ahmad Zaini I)

Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur Masdar Hilmy menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan vokasi menuntut lebih dari sekadar kepemilikan ijazah. Menurut dia, sertifikat kompetensi menjadi penanda penting kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri yang terus berubah.

“Kepercayaan pada ijazah saja tidak lagi memadai. Dunia kerja membutuhkan bukti kompetensi yang terukur,” ujarnya. Ia menambahkan, keberadaan puluhan skema sertifikasi LSP dan peran aktif BKK dalam penempatan kerja merupakan langkah strategis menjawab persaingan global dan kualitas produk industri yang kian kompetitif.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Sekretaris Bidang Kelembagaan dan Kerja Sama PWNU Jawa Timur Haikal Atiq Zamzami. Ia menilai LSP dan BKK sebagai elemen penting dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Menurut Haikal, lembaga pendidikan perlu menguatkan pendekatan riset dan pengembangan serta pengelolaan data terintegrasi, seiring tantangan otomatisasi, robotik, dan kecerdasan buatan yang diperkirakan berdampak signifikan pada pasar kerja menjelang 2030.

Melalui pelantikan dan rapat kerja ini, PW LP Ma’arif NU Jawa Timur menegaskan komitmennya membangun ekosistem vokasi yang terintegrasi. Sinergi LSP dan BKK diharapkan mampu melahirkan lulusan SMK Ma’arif NU yang kompeten, adaptif, dan terserap dunia kerja secara berkelanjutan.(*)

Kontributor: Ahmad Zaini I

Editor: Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular