
JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Pemerintah menggencarkan program sertifikasi halal bagi pelaku usaha kecil, termasuk pedagang kaki lima (PKL) dan UMKM. Pada 2026, sebanyak 1,35 juta pelaku usaha kategori self declare ditargetkan memperoleh sertifikasi halal secara gratis melalui APBN.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk keberpihakan nyata negara terhadap ekonomi rakyat kecil di tengah persaingan digital yang semakin ketat.
“Ini momentum penting agar PKL dan UMKM naik kelas. Sertifikasi halal bukan sekadar label, tetapi instrumen untuk memperkuat daya saing, memperluas pasar, dan membangun kepercayaan konsumen,” ujar Ali Mahsun pada media ini, Sabtu (14/2/2026).
Menurut dia, batas akhir kewajiban sertifikasi halal bagi kategori self declare jatuh pada Oktober 2026. Karena itu, pendampingan harus dilakukan secara masif agar kuota 1,35 juta sertifikat dapat terserap optimal.

APKLI-P, kata Ali, akan menggerakkan seluruh jajaran pengurus di daerah untuk turun langsung mendampingi pelaku usaha. Kerja sama dengan Halal Center YAHIDA diharapkan mempercepat proses pengajuan hingga terbitnya sertifikat halal.
“Kita tidak boleh lengah. Waktunya terbatas. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa menjadi lompatan besar bagi PKL dan UMKM untuk lebih maju dan unggul,” katanya.
Ia menambahkan, sertifikasi halal kini menjadi kebutuhan strategis, bukan hanya kewajiban regulatif. Di era digital, konsumen semakin selektif dan menuntut transparansi produk. Dengan sertifikat halal, pelaku usaha memiliki legitimasi tambahan untuk masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk platform daring dan rantai pasok modern.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum APKLI-P Ahlan Elfaz, Ketua DPW DKI Jakarta Hadi Setiono, serta para Ketua DPD APKLI-P se-Jakarta bersama jajaran pengurus Halal Center YAHIDA.
Program sertifikasi halal gratis ini diharapkan mampu menjadi pendorong transformasi usaha mikro dan kecil agar semakin tangguh menghadapi dinamika ekonomi nasional maupun global.(*)
Kontributor: Tommy
Editor: Abdel Rafi



