Monday, February 26, 2024
HomePendidikanTabligh Akbar Ponpes Daarussagaf dan Visi Dakwah Habib Sholeh Bin Muhammad Assegaf

Tabligh Akbar Ponpes Daarussagaf dan Visi Dakwah Habib Sholeh Bin Muhammad Assegaf

Pondok Pesantren Daarussagaf 2 Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tampak depan. (foto: istimewa)

SUKABUMI – Pondok Pesantren (Ponpes) Daarussagaf 2 Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi akan menyelenggarakan tabligh akbar dengan mengusung tema “Membangun Silaturahmi Dalam Bingkai Dakwah”. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, acara tersebut akan dihadiri oleh ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat, diantaranya para pimpinan Ponpes, Majelis Taklim, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ormas IsIam, Ormas nasional, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), paguyuban silat, pelajar mahasiswa, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), unsur pemerintahan, dan yang lainnya.

Menurut keterangan resmi, Tabligh akbar diselenggarakan dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW dan akan dipusatkan di Ponpes Agro Daarussagaf 2, pada Minggu (3/12/2023) mendatang, dari pagi hingga selesai.

“Untuk itu, sebelum pelaksanaan acara, kami menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat khususnya pengguna jalan, apabila dalam rangka acara tersebut nantinya terganggu kenyamanannya,” ujar Pimpinan Ponpes Daarussagaf, Habib Sholeh Bin Muhammad Assegaf melalui media ini, Rabu (29/11/2023).

Habib Sholeh Bin Muhammad Assegaf mengatakan bahwa pemilihan tema mengenai silaturahmi menjadi penting karena menurutnya silaturahmi itu indah.

“Dalam silaturahmi kita dapat saling menyamakan persepsi. Dan juga menjalin sinergitas yang baik antara satu elemen dengan elemen yang lainnya. Juga akan pentingnya hidup sebagai umat yang beragama, berbangsa dan bernegara,” paparnya.

Ponpes Daarussagaf Dan 3 Visi Dakwah Habib Sholeh Bin Muhammad Assegaf

Sementara itu, Habib Sholeh Bin Muhammad Assegaf, ada beberapa visi dalam dakwahnya dimana ia mendefinisikannya dalam 3 hal, yaitu, pertama, Pendidikan. Dimana menurutnya, perlu dibangun lembaga pendidikan yang memiliki komitmen yang kuat dengan menerapkan akhlak karimah dan mengacu kepada peradaban karena itu lahirlah Ponpes Daarussagaf.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarussagaf 2 Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi dalam suatu acara benerapa waktu lalu. (foto: istimewa)

Kedua, perlunya dakwah. Menurutnya, diperlukan sekali untuk melanjutkan konsep besar dakwah yang rahmatan Lil’alamin sesuai keadaan Indonesia yang multi etnis, budaya, bahasa dan agama.

“Konsep ini harus diajarkan dan diterapkan oleh para da’i hingga ke desa-desa maupun rumah-rumah masyarakat hingga terbentuk rumah-rumah peradaban dan majelis-majelis taklim berbasis peradaban,” tukasnya.

Terakhir, dakwah ekonomi dimana menurutnya, saat ini potensi sumber daya alam Indonesia yang sangat berlimpah perlu diimbangi dengan pendidikan yang bermutu bagi sumber daya manusia yang mampu mensyukuri, mengolahnya dan
menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat umum.

Karena itu, menurutnya, Ponpes Daarussagaf lahir sebagai sarana pendidikan serta pembinaan bagi masyarakat, utamanya para santriawan dan santriwati, dengan tujuan akan terbangunnya jati diri juga pribadi yang berakhlaqul kharimah serta mendapatkan ilmu dan keahlian khusus ketika mereka terjun ke masyarakat nantinya.

“Karenanya, para santri di Pondok Pesantren Daarussagaf mendapatkan pendidikan terkait dengan pertanian, peternakan, maupun perikanan juga UMKM dan teknologi yang unggul yang akan bermitra kepada semua lapisan masyarakat,” pungkas Habib Sholeh Bin Muhammad Assegaf.

(andy djava/tommy)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular