Monday, April 22, 2024
HomePolitikaSkandal Freeport, Istana Mirip Titanic Saat Hendak Tenggelam

Skandal Freeport, Istana Mirip Titanic Saat Hendak Tenggelam

Ketua Umum Presidium Sekber Indonesia Berdaulat, dr. Ali Mahsun,M.Biomed (berdiri, tengah berbaju putih) Dalam Apel Akbar Menjahit Kedaulatan Bangsa di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (18/11).
Ketua Umum Presidium Sekber Indonesia Berdaulat, dr. Ali Mahsun,M.Biomed (berdiri, tengah berbaju putih) Dalam Apel Akbar Menjahit Kedaulatan Bangsa di Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu (18/11).

JAKARTA – Ketua Umum Presidium Sekber Indonesia Berdaulat, dr. Ali Mahsun,M.Biomed menyayangkan gonjang ganjing politik nasional silih berganti tak kunjung usai. Hala itu menyebabkan energi bangsa Indonesia terkuras habis bahkan tak menyadari bahwa aset ekonomi dan kekayaan alam Indonesia dikuasai bangsa asing sudah mencapai 80% dan sebentar lagi paripurna.

Ali mencontohkan, skandal R.J Lino misalnya justru merangsekkan kegaduhan politik hingga ke Istana Negara. Bahkan ia khawatir, Skandal Freeport akibatkan kegaduhan politik makin merangsek ke Istana Negara, karena menyeret Top Leader negeri.

Untuk diketahui, nama Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, dan Ketua DPR RI Setya Novanto tersebutkan dalam transkrip rekaman pertemuan Skandal Freeport tanggal 8 Juni 2015 antara Ketua DPR RI Setya Novanto, Direktur Utama PT Freeport Indonesia Ma’roef Syamsuddin dan Pengusaha Besar M. Riza Chalid yang sudah beredar keseluruh ruang dan waktu yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke BKD DPR RI.

“Kegaduhan internal rezim Jokowi-JK tak ubahnya seperti kegaduhan yang terjadi di Kapal Titanic saat mau tenggelam, sangat berbahaya sekaligus memalukan bangsa dan negara Indonesia,” ujar Ali Mahsun kepada cakrawarta.com pada Minggu (22/11) di Jakarta.

Ali menambahkan, memang siapa yang terlibat atau hanya dicatut namanya masih butuh pembuktian. Namun yang pasti menurutnya adalah tata kelola bangsa negara Indonesia dibawah rezim JokowiI-JK makin amburadul dan tak ada arah yang jelas serta tak ada keberpihakan kepada kepentingan rakyat, bangsa dan negara, melainkan hanya utamakan kepentingan diri sendiri, golongan dan bangsa asing.

Menurut tokoh asal Mojokerto itu, negara dan bangsa justru menjadi ajang empuk para bandar penggarong aset dan uang negara, yaitu para pelacur anak negeri sendiri dan bangsa asing. Bahkan secara kasat mata menurut Ali, Indonesia saat ini mengalami darurat kepemimpinan nasional, tidak ada lagi kepemimpinan. Yang ada hanyalah papan halma para bandar yang merampas kedaulatan bangsa, yang menggarong aset ekonomi dan kekayaan alam Indonesia.

“Kondisi ini tak boleh dibiarkan, harus segera disudahi. Untuk itu, Sekber Indonesia Berdaulat mendesak Jokowi-JK untuk segera mengundurkan diri sebagai Presiden dan Wapres RI, dan mendesak dilaksanakan percepatan SI MPR RI untuk selamatkan Indonesia sebagai negara dan bangsa yang merdeka dan berdaulat, untuk selamatkan Indonesia dari disintegrasi bangsa dan bubarnya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” imbuh Ali.

Untuk itu, Ali menyatakan Sekber Indonesia Berdaulat yang merupakan besutan mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn.) Djoko Santoso,  menghimbau sekaligus menyampaikan kerinduan mendalam Ibu Pertiwi kepada segenap tokoh nasional/bangsa, tokoh pemuda dan mahasiswa, tokoh kekuatan elemen bangsa Indonesia bersama seluruh rakyat untuk merapatkan barisan segera bergerak dan bertindak menyelamatkan Indonesia.

“Tak ada jalan lain yang konstitusional kecuali Percepat SI MPR RI. Jika MPR RI enggan atau jadi bagian dari rontoknya kedaulatan Indonesia, apapun resikonya harus dilaksanakan SI MPR RI demi dan untuk  selamatnya Indonesia,” pungkas Ali.

(am/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular