Sedang Kemoterapi Kanker Hati? Ekstrak Tanaman Okra Bisa Bantu Kamu

0

 

tanaman okra, unair
ilustrasi tanaman okra. (foto: istimewa)

 

SURABAYA – Dalam dunia pengobatan kanker, sejauh ini operasi dan kemoterapi masih merupakan metode terapeutik utama disamping metode pencegahan seperti imunisasi Hepatitis B. Meurut guru besar Universitas Airlangga (Unair), Prof. Win Darmanto dalam penelitiannya dengan Suhailah Hayaza, Ph.D mengatakan, penerapan obat terapeutik memiliki beberapa efek samping, yaitu penekanan hemopoietik, efikasi yang terbatas, imunotoksisitas dan resistensi obat. Kondisi ini kemudian memunculkan berbagai pengembangan strategi pengobatan baru yang tidak toksik dan memiliki tingkat efikasi atau kemanjuran yang cukup tinggi untuk mengobati kanker, yaitu dengan pengendalian sistem imun.

“Imunoterapi yang saat ini sedang dikembangkan adalah penggunaan tanaman herbal sebagai salah satu upaya mengatur kinerja sistem imun pasien kanker,” ungkap Prof Win dalam keterangan yang diterima redaksi cakrawarta.com, Sabtu (12/6/2021).

Menurutnya, kandungan tanaman yang berfungsi sebagai immunomodulatory adalah tanaman Okra. Tanaman Okra atau yang disebut dengan Okra Raw Polysaccharide Extract (ORPE) memiliki kemampuan dalam mengaktivasi faktor transkripsi nuclear factor kappa-light-chain-enhancer of activated B cells (NF-кB) dari sel normal.

“Aktivasi NF-кB dapat meningkatkan transkripsi gen yang terkait dengan produksi sitokin yang diperlukan untuk mengaktivasi sel imun baik sel imun innate maupun adaptif,” tuturnya.

Pemberian ORPE menunjukkan efek immunosuppressant terhadap makrofag. Semakin tinggi dosis ekstrak yang diberikan, persentase makrofag semakin rendah. Sel Treg merupakan bagian dari sel T-helper CD4+ yang fungsinya adalah untuk menekan respon imun dan mempertahankan toleransi diri. Penurunan pada jumlah sel Treg merupakan salah satu kunci kesuksesan pengobatan kanker.

“Fungsi ORPE sebagai immunostimulant ditunjukkan pada kemampuannya dalam meningkatkan aktivasi dari sel Natural Killer (sel NK). Sel NK merupakan bagian dari sistem imun innate yang dapat menginduksi kematian sel tumor,” jelasnya.

Peningkatan jumlah sel NK setelah pemberian ORPE, sambungnya, diharapkan dapat meningkatkan kematian pada sel kanker itu sendiri. Fungsi ganda atau dual role yang dimiliki ORPE sebagai imunostimulator maupun imunosupresor merupakan kondisi yang menguntungkan dan jarang ditemui pada tanaman herbal lain.

Sehingga, penemuan ini mampu menjadi dasar yang baik untuk pengembangan nutraceutical yang dapat dikonsumsi oleh semua kalangan guna meningkatkan kelangsungan hidup dari pasien kanker hati yang sedang menjalani kemoterapi.

(pkip/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.