Berita Terpercaya Tajam Terkini

Satgas Pamtas Yonif 645/GTY Kembali Amankan 3 Orang Pekerja Migran Ilegal Di Perbatasan RI-Malaysia 

0
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/GTY mengamankan 3 WNI yang diduga Pekerja Migran Indonesia ilegal yang menggunakan jalan tikus atau jalur tidak resmi sektor kanan PLBN Aruk, Desa Sebunga Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (21/9/2022). (foto: barat)

 

SAMBAS – Prajurit Pos Koki Sajingan SSK 1 Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/GTY beserta 5 orang anggota kembali mengamankan 3 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural yang menggunakan jalan tikus atau jalur tidak resmi sektor kanan PLBN Aruk, Desa Sebunga Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.

Hal tersebut disampaikan Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/GTY Letkol Inf Hudallah dalam keterangan tertulisnya pada awak media di Makotis Gabma Entikong, Kabupaten Sanggau, hari ini, Rabu (21/9/2022).

Hudallah mengatakan bahwa 3 WNI yang diduga PMI tersebut diberhentikan, diperiksa dan diamankan saat melewati jalan tikus atau tidak resmi sektor kanan PLBN Aruk oleh Tim Patroli Satgas Pamtas Yonif 645/GTY yang dipimpin Sertu Deri beserta 5 orang anggota Satgas lainnya.

Disebutkan Hudallah bahwa anggota Patroli Pos Koki Sajiingan melihat orang berjalan dari arah jalan tikus menuju ke wilayah Indonesia kemudian didekati dan ternyata WNI yang diduga PMI non-prosedural.

“3 orang tersebut langsung diamankan oleh anggota Patroli Pos Koki Sajingan untuk dilakukan pemeriksaan, selanjutnya Sertu Deri melaporkan kejadian tersebut kepada Dan SSK 1 Koki Sajingan Terpadu Kapten inf Ikhwan Hadi Putra,” papar Hudallah.

Selanjutnya, masih menurut Hudallah, Komandan SSK 1 Koki Sajingan Terpadu memerintahkan anggota agar menyerahkan 3 WNI tersebut ke pihak imigrasi PLBN Aruk untuk didata sesuai prosedur dan diserahkan ke Kantor Imigrasi Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pontianak Wilker PLBN Aruk.

“Penyerahan tersebut guna menjalani pengecekan protokol kesehatan terkait penanganan penyebaran Covid-19 yakni untuk dites antigen dan di-swab sehingga jelas kondisi kesehatannya,” imbuh Hudallah.

Hudallah menegaskan bahwa ia dan timnya akan terus memperketat jalur-jalur tidak resmi atau jalur tikus perbatasan Indonesia-Malaysia guna untuk mencegah masuknya barang illegal, narkotika dan tindak kejahatan lainnya.

“Dalam upaya pengamanan tersebut, kita juga tetap melaksanakan koordinasi dengan instansi-instansi terkait di wilayah perbatasan untuk mencegah pelintas batas dan barang secara illegal,” tandas Hudallah.

(barat/bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.