Berita Terpercaya Tajam Terkini

Rahman Sabon: Apa Maksud Hendropriyono Membela Archandra Tahar?

0
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar mendapat bersalaman dengan Presiden Joko Widodo usai dilantik bulan Juli lalu di Istana Negara, Jakarta. (foto: istimewa)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Archandra Tahar mendapat bersalaman dengan Presiden Joko Widodo usai dilantik bulan Juli lalu di Istana Negara, Jakarta. (foto: istimewa)

JAKARTA – Pengamat politik senior Rahman Sabon Nama sangat prihatin dan menyayangkan pernyataan mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono yang membenarkan status dwi kewarganegaraan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hasil reshuffle kabinet Jilid II bulan Juli lalu, Archandra Tahar (AT). Dalam sebuah wawancara langsung di sebuah stasiun TV nasional, Hendropriyono justru menganggap biasa kasus AT dan menganggapnya bukan tindak pidana.

“Itu pendapat Hendropriyono sangat saya sayangkan. Apalagi dalam bentuk wawancara langsung di salah satu stasiun TV nasional yang disaksikan jutaan pemirsa di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Rahman Sabon mengutip bunyi sumpah seorang warga AS ketika dirinya mendapatkan paspor negara adikuasa itu. Adapun bunyi sumpah itu seperti berikut “Saya dengan ini menyatakan bahwa saya sungguh-sungguh bersumpah dan sepenuhnya meninggalkan dan mengharamkan semua kesetiaan saya pada negara asing, penguasa asing dan kedaulatannya. Bahwa saya akan mendukung dan membela Konstitusi dan hukum dari Amerika Serikat terhadap semua musuh, asing dan domestik.”

Menanggapi bunyi sumpah yang demikian “riskan” dan “membahayakan” bagi keamanan dalam negeri jika seseorang yang berpaspor AS malah memegang jabatan strategis, Rahman Sabon justru tidak habis pikir dan amat memalukan menurutnya jika seorang Hedropriyono yang notabene mantan Kepala BIN malah membela AT.

Apalagi Hendro dalam wawancara TV pada Minggu (14/8/2016) justru mempertanyakan semua pihak yang mempermasalahkan status AT, terkesan menolak semua pakar hukum tata negara dan malah meminta publik untuk tidak memperpanjang isu tersebut.

“Saya kira beralasan jika kemudian publik bertanya ada kepentingan apa Hendropriyono justru terlihat getol membela AT. Kita ini punya ribuan doktor yang jelas nasionalis, jujur, idealis dan lebih kompeten kenapa harus membela seorang AT? Ini kan jelas merepotkan Presiden yang tengah ditunggu rakyat untuk mewujudkan program Nawacitanya,” pungkas Rahman Sabon.

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.