Tuesday, April 16, 2024
HomePolitikaRadikalisme, Mengancam Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

Radikalisme, Mengancam Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

Gong Perdamaian Nusantara. (Foto: Istimewa)
Gong Perdamaian Nusantara. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo melihat kerukunan umat beragama di tanah air mulai terusik. Pasalnya, banyak aksi radikal dan terorisme yang mengembangkan sayap ke Indonesia, menyebabkan toleransi antar umat berbeda keyakinan lambat laun kian luntur. Mendagri sendiri mengatakan, penangkapan yang dilakukan Polri terhadap pelaku teror membuktikan ada sinyal mengarah ke radikalisme.

Mendagri menganalogikan kebencian yang menyebabkan toleransi muncul sebagai virus. Perlu pemahaman positif dalam ajaran agama untuk menangkal virus tersebut.

“Ancaman terorisme yang hampir kepolisian tiap hari menangkap, ini berarti ada virus menjalar, virus ini harus dimatikan, oleh agama,” ujar Tjahjo saat memfasilitasi dialog tokoh agama di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (21/12).

Untuk itulah, menurut Mendagri perlu benteng iman dari masyarakat Indonesia untuk menangkal virus tersebut. Kemendagri sendirii telah memfasilitasi pertemuan antara pemerintah daerah dan para tokoh agama dalam forum dialog kerukunan antar umat beragama. Pertemuan ini dianggap penting sebagai bentuk penguatan untuk menangkal ‘virus’.

“Forum ini penting karena tidak hanya melibatkan kepala daerah, kejaksaan, polisi dan TNI, tapi harus melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat. Ini ingin kita bangun sampai di tingkat desa,” imbuh Mendagri.

Karenanya mantan Sekjen PDIP tersebut menganggap peran tokoh agama dan organisasi masyarakat penting untuk menangkap paham radikalisme dan terorisme yang menyebar di masyarakat. Dengan adanya pertemuan ini, terbangun komitmen para tokoh agama bersama pemerintah untuk menjaga stabilitas daerah.

“Jangan sampai menjelang natal dan lebaran, muncul kecemasan di masyarakat,” tutupnya.

(msa/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular