Berita Terpercaya Tajam Terkini

Pengamat: Diskusi Terkait Walikota Surabaya 2020 Jauh Dari Wacana Publik

Pengamat komunikasi politik Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo.

 

SURABAYA – Sabtu (27/7/2019) Pengamat komunikasi politik Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo secara khusus mengatakan kepada cakrawarta.com bahwa pewacanaan terkait kandidat walikota Surabaya pasca Risma yang mengemuka jauh dari wacana publik.

“Sejauh ini, kandidat lebih menonjolkan personalitasnya, bukan visinya,” tegas Suko Widodo.

Menurut pria berkumis tersebut, idealnya para bakal kandidat walikota Surabaya itu memiliki konsep yang realistis. Tujuannya jelas yakni agar  gaung bersambut dan mendapat dukungan publik Surabaya. Contoh konsep realistis tersebut adalah apa  konsep para kandidat itu terkait transportasi publik, perbaikan kampung, dan lainnya.

Itulah kenapa survei Departemen Statistik yang dipublikasikan media massa beberapa waktu lalu, menurutnya justru menemukan bahwa 95% responden belum memiliki pilihan.

Padahal menurut Suko Widodo, andai para  kandidat punya visi yang terkonsep sesuai ekspektasi dan kebutuhan publik, maka kandidat itu akan terdongkrak popularitasnya.

“Yang terjadi saat ini, kandidat baru muncul dengan identitasnya. Belum dengan visinya. Karenanya, saya berharap kandidat mulai membuka gagasan yang bakal dikerjakan jika terpilih,” tandasnya.

Karenanya, Suko Widodo menilai bahwa selama ini publik hanya jadi ajang perkenalan. Bukan diajak berdialektika oleh para kandidat yang bermunculan namanya ke publik.

Jadi, menurut pria murah senyum ini, hampir tak ada proses komunikasi politik antara kandidat dengan publik.

“Padahal komunikasi politik memerlukan ide berupa visi. Karenanya, kandidat yang tak mampu mengelola komunikasi politik bakal tak mendapat dukungan publik,” pungkasnya.

(bus/bti)

Comments are closed.