Thursday, February 5, 2026
spot_img
HomeInternasionalPakar HI Polandia dan UNAIR Bedah Pergeseran Tatanan Dunia Akibat Isu Rusia-Ukraina

Pakar HI Polandia dan UNAIR Bedah Pergeseran Tatanan Dunia Akibat Isu Rusia-Ukraina

Foto bersama delegasi Polandia dan peserta FGD di Ruang PBB, FISIP, Kampus B UNAIR pada Kamis (05/01/2026) (foto: Cakrawarta.com)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Focus Group Discussion (FGD) internasional bertajuk “The Responses of Emerging Global South Powers to the Russian Invasion of Ukraine and the Consequences for the International Order”.

Diskusi yang berlangsung di Ruang PBB, Kampus B UNAIR ini menghadirkan tiga pakar dari University of Warsaw, Polandia, yakni Jakub Zajączkowski, Ph.D., Dorota Heidrich, Ph.D., dan Saroj Kumar Aryal, Ph.D., berkolaborasi dengan akademisi senior UNAIR, Vinsensio Dugis, Ph.D.

Dalam diskusi tersebut, Dorota Heidrich menyoroti adanya jurang persepsi antara pandangan Barat dan masyarakat di negara-negara Global South, termasuk Indonesia. Ia mencatat fenomena menarik di mana sekitar 65% masyarakat Indonesia percaya bahwa invasi Rusia dipicu oleh faktor NATO.

“Kita harus melihat ini secara positivis. Bagi kami, agresi Rusia adalah bentuk nyata imperialisme—kekuatan imperial yang mendominasi dengan menciptakan rasa takut. Namun, kita juga tidak bisa menutup mata terhadap kritik mengenai standar ganda (hipokritas) keamanan internasional, seperti yang terjadi di Gaza,” ujar Dorota.

Sesi FGD pada Kamis (05/01/2026) (foto: Cakrawarta.com)

Di sisi lain, Jakub Zajączkowski menekankan bahwa institusi internasional saat ini sering kali menjadi instrumen kekuasaan. Ia mencatat adanya frustrasi besar dari Amerika Serikat yang kekuatannya di bidang ekonomi dan politik tak lagi sedominan tahun 90-an, terutama dengan bangkitnya pengaruh China.

Saroj Kumar Aryal menambahkan bahwa dunia sedang bergerak meninggalkan sistem unipolar menuju sistem multipolar. Dalam konteks ini, polaritas ASEAN dan peran negara-negara berkembang menjadi krusial dalam menentukan fondasi baru tatanan internasional yang lebih interdependen.

Vinsensio Dugis, Dosen HI Unair menjelaskan bahwa seluruh dinamika pemikiran ini akan dituangkan dalam sebuah proyek buku besar.

“Buku ini akan terbagi dalam tiga bagian utama: sisi normatif, realitas kebijakan di lapangan, dan kesimpulan mengenai bagaimana pola respon negara-negara Global South sebenarnya,” jelas Dugis yang nantinya juga akan menulis buku ini bersama koleganya, Radityo Dharmaputra, Ph.D Cand.

Proyek riset ini merupakan kolaborasi akademis berskala masif yang melibatkan pakar dari berbagai belahan dunia, antara lain: Polandia, Indonesia, India, Afrika Selatan, Meksiko, Brasil, dan Selandia Baru.

Diskusi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan literatur akademis yang tajam, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih adil mengenai posisi Indonesia dan negara Global South lainnya dalam konstelasi konflik Rusia-Ukraina yang terus mengubah tatanan internasional.

Kegiatan FGD ini ditutup dengan sesi makan siang bersama sekaligus mempererat jejaring intelektual antara akademisi Surabaya dan Warsawa.

Kontributor: Rafi

Editor: Tommy

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular