Sunday, February 22, 2026
spot_img
HomeEkonomikaDaerahMengakhiri Cemas di Atas Sesek Bambu, Jembatan Permanen Dibangun di Desa Krisik

Mengakhiri Cemas di Atas Sesek Bambu, Jembatan Permanen Dibangun di Desa Krisik

Prajurit TNI dari Tim Satgas  TMMD ke-127 Kodim 0808/Blitar dan masyarakat setempat memulai pembangunan jembatan permanen di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Minggu (22/2/2026). (foto: Arwang)

BLITAR, CAKRAWARTA.com – Selama bertahun-tahun, warga Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, harus menapaki jembatan sederhana dari sesek atau anyaman bambu untuk beraktivitas sehari-hari. Setiap pijakan di atas permukaan yang rapuh itu kerap disertai rasa cemas, terutama saat hujan membuat bambu menjadi licin dan berbahaya.

Kini, kecemasan itu perlahan akan berakhir. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0808/Blitar, jembatan permanen mulai dibangun untuk menggantikan jembatan bambu yang selama ini menjadi akses vital warga.

Pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu sasaran utama TMMD di Desa Krisik. Prajurit TNI bersama warga bergotong royong dalam setiap tahapan pekerjaan, mencerminkan semangat kebersamaan untuk menghadirkan akses yang lebih aman dan layak.

Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan, kondisi jembatan sebelumnya sangat memprihatinkan dan berisiko bagi keselamatan masyarakat.

“Jembatan sebelumnya hanya berupa sesek atau bambu, sehingga sangat rawan untuk dilintasi. Apalagi saat hujan, permukaannya menjadi licin dan berbahaya bagi warga,” ujar Untoro, Minggu (22/2/2026).

Jembatan tersebut memiliki peran penting karena menghubungkan Dusun Barurejo dan Dusun Sumber. Setiap hari, warga melintasi jalur itu untuk bekerja, berdagang, hingga anak-anak yang berangkat ke sekolah.

Menurut Untoro, pembangunan jembatan permanen diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat. “Yang terpenting, warga tidak perlu lagi merasa waswas. Dengan jembatan permanen, keselamatan mereka akan lebih terjamin,” katanya.

Selain pembangunan jembatan, program TMMD ke-127 juga mencakup pembangunan rabat jalan sepanjang 1.087 meter dan pembangunan tujuh unit gorong-gorong guna memperbaiki konektivitas wilayah.

Program tersebut juga dilengkapi berbagai kegiatan lain, seperti penyediaan sarana air bersih, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan jamban, serta penguatan ketahanan pangan masyarakat. Berbagai layanan sosial, termasuk pelayanan kesehatan, bantuan sosial, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat, turut dilaksanakan untuk memperluas manfaat program.

Bagi warga Desa Krisik, pembangunan jembatan permanen bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Jembatan itu menjadi jalan keluar dari rasa cemas yang selama ini menyertai setiap langkah di atas anyaman bambu, sekaligus menjadi penghubung menuju kehidupan yang lebih aman dan lebih pasti.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular