
TULUNGAGUNG, CAKRAWARTA.com – Desa Bono, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, menjadi salah satu titik awal perubahan dalam penguatan ekonomi desa. Pembangunan KDKMP di desa tersebut resmi dinyatakan tuntas 100 persen dan telah terverifikasi melalui portal Agrinas, sistem resmi pemantauan progres pembangunan KDKMP, Minggu (22/2/2026).
Dengan capaian tersebut, Desa Bono menjadi lokasi keenam yang berhasil menyelesaikan pembangunan KDKMP dari total 271 titik yang direncanakan di wilayah Tulungagung. Penyelesaian ini menandai percepatan nyata implementasi program yang ditujukan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Verifikasi melalui sistem Agrinas memastikan seluruh tahapan pembangunan telah memenuhi standar teknis dan administratif, sehingga fasilitas tersebut siap digunakan sesuai peruntukannya. Kehadiran KDKMP diharapkan menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi secara lebih terorganisasi dan berkelanjutan.
Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio mengatakan rampungnya pembangunan KDKMP Desa Bono merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam mendukung percepatan program pemerintah di daerah.
“Progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Rampungnya satu titik ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus mengawal program hingga seluruh target di Kabupaten Tulungagung dapat tercapai,” ujarnya.
Kepala Desa Bono, Masfut, menyambut rampungnya pembangunan tersebut sebagai momentum penting bagi masyarakat desa. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
“Kami berharap keberadaan KDKMP ini dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan memberikan manfaat langsung bagi warga desa,” katanya.
Dengan bertambahnya jumlah KDKMP yang telah selesai, percepatan program di Kabupaten Tulungagung diharapkan terus berlanjut. Kehadiran fasilitas tersebut tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi juga penanda dimulainya fase baru penguatan ekonomi desa yang lebih mandiri dan berdaya tahan.(*)
Kontributor: Arwang
Editor: Abdel Rafi



